NewsProvinsi Kalsel

SMKN 3 Banjarmasin, Miliki Masjid Outdoor Pertama Di Kalsel

BANJARMASIN – Data kanwil kementrian agama Kalimantan Selatan menyebutkan, provinsi ini setidaknya memiliki 2 ribu lebih masjid dan mushola, yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Hampir seluruhnya menggunakan konsep baku layaknya sebuah bangunan masjid. Yakni dengan ciri khas kubah, bangunan megah dan luas, dengan dinding serta lantai dari keramik atau kayu. Dimana untuk pembangunannya, dapat menghabiskan anggaran hingga maksimal 2 miliar rupiah. Hal itu mengingat banyaknya material bahan bangunan yang diperlukan, belum lagi keperluan lainnya untuk melengkapi fasilitas di dalam masjid.
Berbalik 180 derajat dengan konsep tersebut, adalah masjid El Rusydi di lingkungan SMK Negeri 3 Banjarmasin. Hanya beratapkan tenda dan beralaskan “hambal” (karpet), masjid ini justru mengusung konsep outdoor atau terbuka. Mengandalkan halaman sekolah yang luas dengan rimbun pepohonan, masjid inipun tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai tempat ibadah.

Ditemui wartawan saat peresmian masjid El Rusydi di SMKN 3 Banjarmasin pada Jum’at siang (26/7), ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalimantan Selatan Gusti Rusdi Effendi mengatakan, masjid outdoor atau terbuka di sekolah kejuruan kawasan jalan Pramuka Banjarmasin ini, adalah yang pertama dan satu-satunya di Kalsel.
“Tidak memerlukan biaya besar untuk membangun masjid berkonsep outdoor ini, sekitar 100 jutaan saja. Bahkan pembangunan masjid El Rusydi ini kami tidak memiliki dana untuk membantu, sepenuhnya merupakan hasil kerjasama saja, salah satunya untuk pengadaan hambal (karpet),” jelas lelaki yang juga ketua BAZNAS Kalsel tersebut.
Rusdi menambahkan, konsep masjid outdoor ini dapat diadopsi sekolah lainnya di Banjarmasin serta Kalsel, karena tidak memerlukan dana yang besar untuk pembangunannya.
“Cukup memiliki halaman luas, serta tekad untuk membangun dan kemudian memakmurkan masjid, maka kami akan mengusahakannya. Tidak kalah penting adalah membentuk kepengurusan,” tambahnya.

Sementara itu, plt Kepala SMKN 3 Banjarmasin Syahrir menjelaskan, hadirnya masjid outdoor di sekolah tersebut, sangat sejalan dengan program fullday school yang dijalankan saat ini. Dimana siswa berada di lingkungan sekolah sejak pagi hingga sore hari.
“Kami memang sudah punya musholla. Tapi tidak dapat menampung seluruh siswa untuk sholat berjamaah. Khususnya saat sholat Zuhur dan Ashar. Sehingga terpaksa mereka sholat secara bergantian. Apalagi pada hari Jum’at, siswa laki-laki, terpaksa berpencar mencari masjid di luar lingkungan sekolah. Ini tentunya menyulitkan guru melakukan pengawasan,” jelas lelaki yang juga kepala SMKN 5 Banjarmasin tersebut.

Lebih jauh Syahrir optimis, pihaknya dapat memakmurkan masjid ini, mengingat jumlah siswa di sekolah ini mencapai hampir 2 ribu orang.
“Jumlah siswa di sini adalah yang terbanyak kedua di Kalsel, setelah SMKN 5 Banjarmasin. Setiap waktu sholat, kami dapat melaksanakan jamaah dengan seluruh siswa tanpa harus bergantian. Selain itu, masyarakat sekitar juga dapat memanfaatkan masjid ini,” tutupnya.

Hadir pada peresmian masjid outdoor pertama di Kalsel ini, gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang diwakili asisten bidang administrasi umum pemprov Kalsel Heriansyah. Usai peresmian, masjid ini secara perdana menggelar sholat Jum’at, yang diikuti seluruh tamu dan undangan, serta para siswa laki-laki di SMKN 3 Banjarmasin, dan juga masyarakat sekitar. (RIW/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat