12 April 2021

September 2019, Kalsel Jadi Tuan Rumah FESYAR KTI

2 min read

pejabat ahli ekonomi BI koordinator Kalimantan saat memberikan keterangan kepada wartawan.

BANJARMASIN – Dengan mengangkat tema “Mendorong Penguatan Sinergi Pelaku Usaha Syariah yang Berdampak pada Ekonomi Regional dan Provinsi”, Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Kawasan Timur Indonesia (KTI) tahun 2019 siap digelar. Tahun ini, giliran Kalimantan Selatan yang berkesempatan menjadi tuan rumah even tahunan, yang digelar Bank Indonesia tersebut. Rencananya, FESYAR KTI berlangsung pada 12-14 September 2019, dengan pusat kegiatan di kota Banjarmasin.

Dalam paparannya saat temu wartawan dikantornya, pejabat ahli ekonomi Bank Indonesia koordinator Kalimantan Dadi Esa Putra menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan 19 provinsi, yang akan menjadi peserta pada even tersebut. Dimana kegiatan nantinya dibagi dalam dua format, yaitu Shar’ia Economic Forum dan Shar’ia Fair. Untuk Shar’ia Economic Forum dengan kegiatan workshop, seminar, forum bisnis dan TOT. Sedangkan Shar’ia Fair dengan kegiatan pameran, talkshow, serta lomba-lomba.
“Kami berharap, festival ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku ekonomi di daerah masing-masing, untuk mendorong pengembangan ekonomi berbasis syariah. Kenapa harus ekonomi syariah, karena ekonomi syariah sangat unggul dan tahan terhadap krisis. Terbukti saat krisis tahun 1997-1998, ekonomi syariah mampu bertahan,” jelas pria yang baru bertugas beberapa hari di Kalsel tersebut.

Lebih jauh Dari berharap, masyarakat lebih peduli lagi dengan produk-produk syariah. Apalagi Indonesia, adalah negara dengan penduduk muslim terbesar. Sehingga sudah seharusnya lah masyarakat lebih banyak mengonsumsi produk-produk syariah, agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya ekonomi Kalimantan Selatan ini.
“Kita ingin produk halal di Indonesia semakin meningkat. Selain itu kita juga ingin mendorong pelaku-pelaku usaha yang produknya sesuai syariah. Nantinya festival menampilkan zat-zat yang tidak mengandung yang diharamkan, tidak mengandung riba dan lain-lain, sehingga dapat dikembangkan. Produk halal ini sebenarnya banyak, hanya saja karena ketidaktahuan masyarakat, membuat produk-produk tersebut tidak muncul ke permukaan,” ujarnya.

Pada FESYAR nanti, juga akan ditampilkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia, baik itu berupa tenun, kerajinan, makanan dan banyak lagi. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat berpartisipasi dengan pasar yang telah disediakan melalui pameran di pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin. Dimana penjualnya dari Banjarmasin dan pembelinya mungkin saja dari luar Banjarmasin, yakni para peserta FESYAR. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.