1 Desember 2021

Warga Juga Perlu Tahu Info Cuaca

2 min read

BANJARBARU – Berdasarkan pantauan BMKG,  terdapat beberapa wilayah di Kalimantan Selatan yang mudah terbakar akibat musim kemarau saat ini. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG cabang Bandara Syamsudinnor Banjarbaru Riza Ariani Noor kepada Abdi Persada FM, Selasa (23/7) pagi melalui sambungan Telepon pada program dialog Topik Kita Hari Ini.

Di antara wilayah tersebut menurut Riza, yakni kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, Tapin dan Pulau Laut. Dikatakannya saat ini sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan telah mengalami musim kemarau, dan puncaknya di perkirakan pada bulan Agustus hingga September mendatang.

Tak hanya itu berdasarkan pantauannya belum tadi, ada dua wilayah yang mengalami titik panas  yang berpotensi menimbulkan titik api yakni kawasan kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Utara.

“Kemaren dari hasil pantauan kita  terdapat dua titik panas bukan berarti titik api artinya titik panas yang berpotensi menjadi titik api,” kata Riza.

Riza juga menjelaskan untuk memantau dan mengetahui terjadinya titik panas di suatu wilayah,  BMKG  menggunakan satelit tera aqua, dan cara kerjanya orbital dangan mengelilingi kawasan dari utara hingga selatan. Namun menurutnya alat ini masih ada kelemahannya, terkadang tidak terbaca, apabila ada gangguan cuaca.

Sehingga lanjut Riza, untuk mengatasi hal ini, pihak BMKG membuat suatu metode model potensi yang diambil dari meteorologi seperti kondisi suhu, angin dan curah hujan. Melalui metode ini lah pihaknya dapat memprediksikan wilayah-wilayah yang berpotensi mudah terbakar.

Riza juga menjelaskan untuk mengetahui informasi lebih jauh tentang kondisi cuaca di Kalimantan Selatan saat ini,  masyarakat dapat mengunjungi Website BMKG.

“Ada dua media websilite yang disediakan pihak BMKG, dengan mengetik iklim.kalsel.bmkg.go.id, maka masyarakat dapat mengetahui kondisi cuaca dan prakiraan musim bulanan. Kemudian  melalui website Stasiun Meteorologi BMKG Bandara Syamsudin Noor dengan ketik stamet.syamsudinnoor.bmkg.go.id, dan melalui ini pula maka masyarakat dapat mengetahui informasi tentang potensi titik api,  dan kondisi cuaca serta peringatan dini cuaca untuk tiga hari hingga satu minggu kedepan. Kami juga menginformasikan melalui grup-grup whatsApp, namun ini lebih  bersifat internal seperti ke Pusdalpos BPBD, seputar Informasi BMKG, Info cuaca Kalsel baik informasi cuaca harian, mingguan bahkan bulanan,” jelasnya.

Ia juga mengatakan berdasarkan pantauan BMKG untuk musim kemarau yang di alami di Kalimantan Selatan saat ini di perkirakan berlangsung hingga akhir oktober 2019. Dan Jumlah titik panas yang paling tertinggi berdasarkan pantauan Satelit BMKG pertanggal 22 Juli yang lalu berada Kabupaten Tapin, untuk itu Ia meminta masyarakat disana agar lebih berwaspada.

Mengingat puncak kemarau diperkirakan pada bulan Agustus dan september, yang mana kelembaban udara cukup kering dan angin cukup kencang. Sehingga Ia pun mengimbau kepada semua pihak untuk ikut berpartisipasi untuk mencegah Karhutla. Masyarakat pula diharapkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, berhati-hati dalam membakar sampah dan tidak membakar lahan yang dapat memicu terjadinya Karhutla. (AF/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?