21 Oktober 2021

Tunggu Putusan MK, KPU Kalsel Tunda Penetapan Kursi dan Caleg Terpilih DPRD Provinsi

2 min read

BANJARMASIN – Semburat kekecewaan tidak dapat disembunyikan pada wajah-wajah perwakilan parpol serta saksi, yang hadir pada Rapat Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Kursi Parpol dan Calon Terpilih Anggota DPRD Kalsel dalam Penyelenggaraan Pemilu 2019, pada Senin sore (22/7) di aula kantor KPU Kalsel jalan Ahmad Yani kilometer 3,5 Banjarmasin. Kekecewaan itu bermula pada molornya acara, yang seharusnya dimulai pada jam 13.30 WITA, menjadi jam 15.00 WITA. Kekecewaan itu kemudian berlanjut, setelah KPU selesai membacakan hasil perolehan kursi serta calon terpilih anggota DPRD, yang ternyata tidak ditetapkan hari ini, alias ditunda penetapannya. Alasannya adalah karena adanya protes dari Bawaslu Kalsel, yang menyatakan jika ditetapkan hari ini, maka hasilnya akan cacat formil.

Mengapa? Karena KPU Kalsel belum menerima secara resmi, hasil putusan MK soal gugatan Partai Berkarya terhadap DPRD Kalsel.

Kepada wartawan, komisioner Bawaslu Kalsel Nurkholis Majid mengingatkan KPU Kalsel, agar menunggu surat putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK), yang sedang menangani 250 perkara gugatan pemilu 2019.

“Salah satunya adalah gugatan dari Partai Berkarya dalam 250 perkara yang kini tengah diperiksa MK, termasuk untuk provinsi Kalimantan Selatan. Apalagi, gugatan itu baru saja dibacakan hasilnya di MK siang tadi, jadi setidaknya KPU dapat menunggu hasil putusan itu secara resmi.  Karena belum ada putusan resmi itulah, maka lebih baik rapat pleno penetapan perolehan kursi parpol dan caleg terpilih DPRD Kalsel ini sebaiknya ditunda,” tegasnya.

Apalagi dalam item pokok permohonan penggugat Partai Berkarya di MK, memasukkan item Kalsel dalam materi gugatannya. Dan bukan hanya PHPU DPR RI, tapi juga DPRD Kalsel.

Sementara itu, ketua KPU Kalsel Sarmuji menegaskan, penetapan kursi parpol bagi daerah yang tak ada sengketa, maka dapat ditetapkan. Dasar hukum ini, berdasarkan instruksi KPU RI yang memerintahkan KPU Kalsel segera menggelar rapat pleno penetapan perolehan kursi parpol dan caleg terpilih hasil Pemilu 2019, khususnya 55 kursi di DPRD Kalsel.

“Kita sudah menerima surat perintah dari KPU RI pada 17 Juli lalu, jadi paling lambat pada 22 Juli jam 00.00 WITA, sudah harus dilaksanakan rapat pleno penetapan,” jelasnya.

Lebih jauh Sarmuji menyebut, secara administratif tidak ada masalah, karena murni kesalahan dari MK yang salah ketik dalam registrasi terdapat dua nomor. Namun, hal itu ternyata jadi bahan pertanyaan Bawaslu Kalsel.

“Pembacaan sudah siang tadi jam 13.00 WIB. Dan ternyata pemohon tidak hadir. Artinya clear kan,” cetus Sarmuji lagi.

Perdebatan ini pun berakhir, dengan kesepakatan KPU dan Bawaslu Kalsel menunda penetapan perolehan kursi parpol dan  calon terpilih anggota DPRD Kalsel, sambil menunggu putusan resmi MK. (RIW/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?