25 Oktober 2021

Pasar Beras Tertua di Kota Banjarmasin Bakal Digusur

2 min read

BANJARMASIN – Puluhan Pedagang Beras kawasan Pasar Beras Jalan Muara Kelayan Banjarmasin, mengikuti rapat dalam rangka pembebasan lahan bersama Walikota Banjarmasin Hermansyah, di Kantor Walikota Banjarmasin, Senin (22/7).

“Sebagai pedagang saat ini, sudah tidak boleh tidak, mau bagaimana lagi, ya harus pindah,” ucap Ketua Pedagang Beras dan Buah Teluk Kelayan, Banjarmasin Haji Awi.

Menurut Haji Awi, penggusuran pedagang beras dan buah dikawasan Muara Kelayan ini, karena Pemerintah Kota Banjarmasin akan membangun siring.

Haji Awi mengaku, jika pengusuran pedagang beras dan buah sangat disayangkan, karena mereka sudah berjualan sudah berpuluh-puluh tahun lamanya. Bahkan, dari nenek moyang sudah berjualan disana.

“Tapi apa daya, mau bagaimana lagi,” ujar Haji Awi lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Haji Awi menyampaikan, jika pada tahun 2019 mendatang Pemerintah Kota Banjarmasin sudah memasuki tahapan pembayaran, sehingga pada tahun 2020 sudah memasuki tahapan pemindahan pedagang ke lokasi baru.

Namun, untuk lokasi baru mereka masih dalam pembicaraan, belum ditemukan dimana lokasi baru tersebut berada.

“Pemerintah Kota Banjarmasin meminta kepada para pedagang untuk mencari lokasi yang disenangi oleh pedagang setempat, setelah dapat baru disampaikan ke Wakil Walikota Banjarmasin,” ujar Haji Awi.

“Sebenarnya, pedagang menginginkan lokasi yang baru tetap berdekatan. Namun, tidak ada lahannya lagi,” tutur Haji Awi.

Haji Awi mengatakan, jika Pasar Beras dan Buah ini merupakan pasar grosir beras dan buah yang melayani penjualan seluruh Kalimantan.

Haji Awi menjelaskan, karena lahan mereka berada dikawasan pinggir jalan, apabila surat menyuratnya lengkap, maka harga pasaran saat ini cukup tinggi mencapai 6 sampai 7 juta rupiah per meternya.

“Sebanyak 29 pedagang ada yang memiliki sertifikat dan Hak Guna Bangunan (HGB), kami masih menunggu hitung hitungannya dari Pemerintah Kota Banjarmasin,” ungkap Haji Awi.

Haji Awi mengatakan, para pedagang berharap agar hitungan ganti rugi mereka, sesuai dengan harga pasaran yang berlaku saat ini.

“Di tempat baru, tentunya omset penjualan kami akan mengalami penurunan,” ucap Haji Awi.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah mengatakan, Pemerintah Kota terus melakukan rapat terkait pemindahan para pedagang beras di Muara Kelayan tersebut. Untuk mencari jalan terbaik bagi kedua belah pihak. Baik, untuk pedagang setempat maupun Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Anggaran untuk ganti rugi sudah disiapkan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, saat ini hanya terkendala teknisnya saja,” ucap Hermansyah. (SRI/RDM/EYN)

2 thoughts on “Pasar Beras Tertua di Kota Banjarmasin Bakal Digusur

  1. Saya sebagai buruh di pasar beras keciwa
    Hidup makin saya makin menderita kerja apa lagi saya billa pasar beras di gusur
    Makin banyak lagi yang tidak bekerja nasib.2
    Jadi orang miskin

  2. Saya sebagai buruh di pasar beras keciwa
    Hidup makin saya makin menderita kerja apa lagi saya billa pasar beras di gusur
    Makin banyak lagi yang tidak bekerja nasib.2
    Jadi orang miskin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?