BanjarNews

Ini Sosok Tuan Guru Zainal Ilmi Dalam Pagar

Haul ke-63 Hadiri Ribuan Jemaah

BANJAR – Ribuan Jama’ah memadati Puncak acara Haul Datu Alwali Abdal Tuan Guru Zainal Ilmi Bin Abdusomad Al Banjari ke 63, yang digelar Senin (15/7) pagi di Musholla Hidayah tepatnya di samping Kediaman Datu Tuan Guru Zainal Ilmi Desa Dalam Pagar Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar.

Kegiatan Haul ini dihadiri langsung Bupati Banjar Khalillurrahman, Penjabat Sekda Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, Kepala Dishub Banjar Aidil Basith, Camat Martapura Timur, Para Habaib,  Alim Ulama, Guru-guru Agama, Tokoh Masyarakat dan Ribuan Jama’ah yang memadati lokasi kegiatan Haul.

Ribuan Jamaah nampak Hikmat mengikuti rangkaian kegiatan Puncak Peringatan Haul Zainal Ilmi ke 63.

Puncak acara Haul diisi dengan beberapa rangkaian kegiatan yakni lantunan Syair-syair Maulid, Pembacaan ayat suci Al Qur an, Pembacaan Manaqib, Pembacaan Surah Yasin, dan zikir serta Do’a. Para jam’ah pun nampak khidmat mengikuti rangkaian acara haul ini.

Sementara untuk manaqib Guru Zainal Ilmi, seputar riwayat dimasa hidup dibeliau yang dapat di jadikan tauladan oleh masyarakat di bacakan Guru Ahmad Daudy.

Kisah hidup Zainal Ilmi kaya hikmah dan jadi panutan. Tuan guru ini sangat rendah hati, tawadu, dan pemurah, serta penyayang. Tiap kalimat yang keluar dari mulut beliau pasti menyejukkan hati. Para murid dan orang yang sempat bertemu dengan beliau ingat dengan kata “Inggih” dan “pun” tiap berbincang dengan tamu atau murid.

“Ini menunjukan kerendahan hati yang patut dicontoh. Tuan Guru H Zainal Ilmi seorang pemurah, menyantuni fakir miskin dan janda, tapi tidak seorang pun mengetahui kecuali kepercayaannya. Amal ini baru diketahui setelah belaiu wafat,” ujar Ustaz H Ahmad Daudi membacakan manakib Tuan Guru H Zainal Ilmi.

Guru Zainal Ilmi pada masanya diangkat sebagai Badan penasehat  pemulihan keamanan daerah Kabupaten Banjar sekitar tahun 1956. Ketika terjadi pemberontakan yang dipimpin Ibnu hajar. Pada masa itu Guru Zainal Ilmi   setiap hari jum’at menyampaikan ceramahnya agar masyarakat tidak terpengaruh dengan pemberontakan tersebut.

“Guru Zainal Ilmi ini sosok ulama besar seorang Wali Allah SWT,  beliau juga sebagai pengusaha,  dan juga sebagai seorang pejuang, Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno  pun sempat berziarah ke makam beliau, ya memang beliau seorang pejuang ketika menghadapi pemberontakan Ibnu Hajar,” jelas Bupati Banjar yang akrab disapa guru Kholil.

Lebih lanjut Bupati Banjar juga menyampaikan ketika Guru Zainal Ilmi Wafat sempat diusulkan oleh pemerintah kala itu untuk dapat di makamkan di Taman Pahlwan Bumi Kencana Banjarbaru. Namun Ahli waris Guru Zainal Ilmi meminta , jasad beliau dimakamkan dekat Datuknya Syekh Arsyad Albanjari di desa Kalampayan.

Guru Kholil mengharap seluruh alim ulama, tokoh masyarakat dan pemuda ikut menghargai perjuangan seorang ulama. Peran ulama Martapura ujarnya sangat berperan mencegah pemahaman atau aliran menyesatkan. Apalagi ajakan berjihat dan dijamin masuk surga tapi intinya merusaka atau memecah belah umat Islam.

“Mari bersama-sama berpartisipasi dalam mengantisipasi menyebarnya aliran-aliran, pemahaman yang tidak sesuai dengan ajaran agama kita,” imbuhnya. (AF/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat