12 April 2021

Banjar Gelar Rakor Untuk Antisipasi Karhutla

2 min read

Bupati Banjar Khalilurrahman, saat di wawancarai.

BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan serta Krisis Air Bersih Tingkat Kabupaten Banjar tahun 2019, Selasa (16/7 ) siang di Gedung Mahligai Sultan Adam Martapura.

Rapat Koordinasi di buka langsung Bupati Banjar Khalillurrahman. Dalam sambutan Bupati Banjar menyampaikan Rapat koordinasi ini dalam rangka menindaklanjuti instruksi Presiden RI No 11 Tahun 2015 tentang peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Saat Rakor berlangsung.

Kegiatan ini menindaklanjuit pula rapat koordinasi khusus tingkat menteri tahun 2019 tentang antisipasi kebakaran hutan dan lahan, dan menindaklanjuit rapat koordinasi sinergitas pemda, TNI/Polri dan masyarakat di Kalimantan Selatan dalam menanggulangi bahaya asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Serta menindaklanjuti surat keputusan gubenur tentang penetapan status siaga darurat dalam penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di provinsi Kalimantan Selatan.

“Dari beberapa rangkaian kegiatan tersebut, tentunya dalam rangka antisifasi  pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” kata Bupati Banjar.

Bupati Banjar Khalilurrahman yang juga akrab disapa Guru Kholil ini menyebutkan, antisipasi tersebut dengan melakukan upaya-upaya melalui sosialisasi ke berbagai pihak, baik ke ASN, Dunia usaha dan masyarakat luas tentang pentingnya  pencegahan terjadinya kebakan hutan dan lahan,  karena menurutnya ini sangat efektif dilakukan. Selain itu, membentuk posko-posko siaga darurat, meningkat sinergitas antar unsur terkait, serta meningkatkan penegakan hukum bagi yang sengaja melakukan pembakaran lahan.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Banjar Muhammad Irwan Kumar mengatakan lahan gambut menjadi salah satu kawasan yang perlu diwaspadai terhadap Kebakaran Lahan dan Hutan di Kabupaten Banjar. Lahan-lahan gambut ini cukup dalam ketika terjadi kebakaran lahan, sehingga perlu penanganan sangat serius.

“Melalui rapat koordinasi inilah  nantinya akan di jelaskan oleh pihak BMKG titik -titik hot spot mana saja yang berpotensi terjadinya kebakaran lahan. Dan stake holder juga menjelaskan bagaimana cara penanganannya,” ungkap Irwan.

Memang, akunya lahan gambut lahan yang sangat mudah terbakar ketika musim kemarau,  apalagi saat ini para petani sudah memasuki musim panen. Sehingga Ia berharap para petani tidak melakukan pembakaran bekas sisa jerami. Dan untuk itu pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada para kelompok tani agar bekas sisa jerami tidak dibakar, namun bisa diolah sedemikian rupa sesuai arahan dari para penyuluh pertanian yang sudah di sosialisasikan kepada mereka.

“Kami bersama para camat,  polsek, koramil dan stake holder terkait lainnya, akan selalu memantau dan mengawasi aktivitas-aktivitas yang dapat menimbulkan kebakaran lahan, dan apabila ada yang sengaja melakukan pembakaran lahan maka akan di berikan sangsi,” tegasnya.

Pada rapat kordinasi ini pula dihadiri Ketua Komisi 4 DPRD Banjar, Dandim 1006 martapura, Perwakilan Polres Banjar, KPA Kayu Tangi Provinsi Kalsel, Kepala BMKG Kalsel, Kepala SKPD lingkup Banjar, Camat se kabupaten Banjar dan Danramil, Kapolsek serta Manggali Agni. (AF/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.