BanjarmasinNewsProvinsi Kalsel

Resmikan Masjid Al Yakin, Ini Pesan Paman Birin Untuk Warga Sei Jingah

BANJARMASIN – Hari Senin (15/7) mungkin menjadi salah satu yang paling dingat gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, dalam lembaran kehidupannya sebagai kepala daerah di provinsi ini. Karena pada hari itu, gubernur yang biasa disapa Paman Birin tersebut, menjadi salah satu narasumber pada Dialog Nasional Pemindahan Ibukota Negara, Kalimantan untuk Indonesia, di salah satu hotel berbintang kawasan Landasan Ulin Banjarbaru. Namun sebelum meluncur ke tempat tersebut, Paman Birin menyempatkan diri untuk memenuhi undangan warga Sungai Jingah Banjarmasin Utara, untuk meresmikan masjid Al Yakin di kawasan tersebut. Kedatangan Paman Birin ini mendapat sambutan antusias warga, yang memenuhi ruangan utama masjid yang merampungkan pembangunannya pada April 2019 lalu.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor meminta warga Sungai Jingah untuk bersama-sama memakmurkan masjid Al Yakin, dengan berbagai kegiatan keagamaan dan juga sosial kemasyarakatan.

“Setelah diresmikan, jangan lupa untuk memakmurkan masjid ini. Tidak hanya dengan sholat berjamaah saja, tapi juga diisi dengan kegiatan bermanfaat lainnya. Misalnya pengajian setiap harinya,” jelas Paman Birin yang mendapat respon positif dari warga dengan anggukan.

Terkait soal permintaan pengurus masjid agar pemerintah provinsi kembali memberikan dana hibah untuk kelanjutan renovasi, Paman Birin pun menanggapinya dengan serius.

“Pada dasarnya pemerintah provinsi siap memberikan dana hibah, asalkan sesuai prosedur. Karena kita tidak ingin, bantuan kita nantinya berujung kasus di KPK,” urainya.

Bahkan saat melihat kondisi penerangan di plafon masjid yang belum selesai, Paman Birin berinisiatif memberikan bantuan sebesar 50 juta rupiah.

Di ujung sambutannya seraya pamitan untuk menuju lokasi Dialog Nasional, Paman Birin pun tak lupa meminta doa dari seluruh warga yang hadir serta ustadz Juhdiannoor (biasa disapa guru Juhdi), agar Kalimantan Selatan terpilih menjadi ibukota negara yang baru.

“Kalau dilihat dari 3 provinsi di Kalimantan, kita ini adalah yang paling tua, sehingga patut diperhitungkan. Selain itu, kalau kita lipat peta Indonesia menjadi empat bagian, maka bagian tengahnya adalah Kalsel. Itu menjadi bukti, bahwa Kalsel berada di tengah-tengah Indonesia. Keunggulan kita yang lain adalah, relatif aman dari bencana besar seperti gempa bumi dan gunung meletus,” jelasnya.

Hanya saja Paman Birin berharap, terpilihnya Kalsel nanti menjadi ibukota negara, tidak membawa mudhorat bagi Banua ini. (RIW/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat