28 November 2021

PPDM Uniska Banjarmasin Membuat Ilung Menjadi Untung

2 min read

BANJAR – Melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Kemenristek Dikti, Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Banjarmasin melaksanakan  pendidikan dan pelatihan pemanfaatan eceng gondok dengan memberdayakan masyarakat peduli lingkungan melalui “Desa Sahabat Sampah” di desa Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Kepada Abdi Persada Fm, Dr. Muzahid Akbar Hayat M.I.Kom selaku Ketua PPDM ini yang merupakan Dosen S2 dari Uniska Banjarmasin menyampaikan alasan pihaknya memilih Lok Baitan sebagai lokasi pemanfaatan limbah eceng gondok menjadi sesuatu yang bermanfaat ini, dikarenakan Lok Baitan kini menjadi lokasi objek wisata pasar terapung yang sering di kunjungi masyarakat luar daerah bahkan dari manca negara.
“Ikon Banjarmasin dikenalnya kan Pasar Terapung, nah pasar terapung ya di Lok Baintan. Yang jadi persoalan sekarang, ketika wisatawan mengunjungi Lok Baitan, banyak terdapat ilung (eceng gondok)yang menghambat perjalanan mereka ketika menaiki perahu sampan atau sering disebut klotok. Hal ini yang menjadi sorotan kami bersama tim, bagaimana memanfaatkan eceng gondok ini, agar tidak mengganggu kenyamanan wisatawan, tapi juga dapat menguntungkan. Tercetuslah ide untuk memanfaatkan limbah eceng gondok ini untuk diolah menjadi produk bernilai jual. Oleh Karena itulah, kami saya dan Dr. Sanusi, M.I.Kom coba berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk mencoba menjalankan inovasi ini,” ungkapnya.
program yang dilakukan pihaknya ini menurut Dr. Akbar, dipastikan akan meningkatkan kesejahteraan warga Lok Baintan sendiri kedepannya. Karena pasar dari hasil pengolahan limbah eceng gondok ini sudah tersedia, dan program ini akan menjadi program yang berkelanjutan.

Sementara itu, Mukhlis salah seorang narasumber sekaligus instruktur dari program pengolahan eceng gondok menjadi kertas ini menyampaikan, program ini merupakan langkah awal.
“Kedepan kami akan mengembangkan limbah eceng gondok ini bukan hanya menjadi kertas saja, tapi juga menjadi kartu nama, paper bag untuk bisa di manfaatkan lagi,” ujarnya.

Dilokasi yang sama, tokoh masyarakat Lok Baintan Sapriansyah berharap inovasi ini akan terus berkembang, untuk dapat selalu meningkatkan perekonomian warga.
“Karena program yang dijalankan menggunakan Sumber Daya manusia yang ada, harapannya kedepan dengan menggunakan mesin diharapkan mampu memproduksi lebih banyak produk. Jadi warga di sini dapat terus diberdayakan dan sejahtera,” harap Sapriansyah.
Sapriansyah juga berharap, apa yang dilakukan di desanya ini akan dijadikan barometer desa lainnya.
Untuk diketahui, program pengembangan Desa Mitra (PPDM) Kemenristek Dikti yang di laksanakan oleh perguruan tinggi Uniska  Banjarmasin dengan memanfaatan eceng gondok melalui “Desa Sahabat Sampah” di desa Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar ini akan berjalan selama 3 tahun dengan total anggaran dana yang disiapkan sebesar 300 juta rupiah lebih. (LIPSUS/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.
×

Powered by WhatsApp Chat

× How can I help you?