NewsProvinsi Kalsel

Lepas Kafilah STQH Nasional XXV, Ini Pesan Paman Birin

BANJARMASIN – Jarum jam di gedung Mahligai Pancasila Kamis pagi (27/6) menunjukkan jam 10.05 WITA, ketika sekretaris daerah provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie tiba di bangunan megah itu. Kehadiran sekda yang sekaligus juga ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kalsel itu memang dinantikan, untuk menggantikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, melepas Kafilah Kalimantan Selatan mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional ke XXV di Pontianak Kalimantan Barat, mulai 27 Juni hingga 6 Juli 2019.

Tercatat sebanyak 19 peserta mewakili Kalsel di ajang dua tahunan itu, berhadir langsung bersama sejumlah official dan pendamping.

Menurut wakil Ketua 1 LPTQ Kalsel Muhammad Arsyad, kafilah Kalsel yang berangkat ke Pontianak Kalbar, seluruhnya berjumlah 69 orang. Terdiri dari peserta, official dan pendamping, serta dua hakim atau juri.
“Seharusnya ada 20 peserta yang mewakili Kalsel di ajang bergengsi ini. Namun seorang Mufasiroh atau penafsir ayat putri, tidak memenuhi syarat sehingga tidak dapat mengikuti STQH di Pontianak,” jelasnya kepada wartawan usai pelepasan kafilah hari itu.

Masih menurut Arsyad, 19 perwakilan Kalsel itu akan turun disemua cabang yang dipertandingkan, yakni sebanyak 4 cabang. Diantaranya cabang tilawah serta tafsir ayat dan hadits.
“Masing-masing cabang diwakili 2 peserta, putra dan putri. Kecuali cabang tafsir, hanya diwakili satu Mufasiroh atau penafsir putra,” jelasnya.

Sementara itu, Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie mengatakan, bahwa pihaknya menargetkan juara kepada Kafilah Kalsel tahun ini. Mengingat semua kontingen yang dikirim tahun ini, sudah menjalani pelatihan ketat, sehingga wajar jika titel juara ditargetkan.
“Namun yang terpenting pesan Paman Birin (sapaan khas gubernur Kalsel) adalah agar kafilah Kalsel bertanding dengan profesional dan menjunjung tinggi sportivitas. Yang tidak kalah penting adalah, menjaga maruah kafilah Kalsel, dengan mengikuti semua aturan yang diberlakukan pihak panitia. Khusus kepada para peserta, Paman Birin juga mengingatkan untuk menjaga kesehatan khususnya suara yang menjadi modal untuk bertanding. Hindari makanan yang dapat mengganggu pita suara,” jelas Sekdaprov menyampaikan pesan gubernur.

Selama beberapa kali penyelenggaraan STQH Nasional, kafilah Kalsel selalu dapat mempertahankan tradisi prestasi, dengan masuk dalam jajaran peringkat 10 besar. Namun tahun ini, kafilah Kalsel optimis dapat masuk peringkat 5 besar STQH Nasional ke XXV. (RIW/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat