13 April 2021

Kalsel Masih Kekurangan 220 Dokter Gigi

2 min read

Dekan fakultas kedokteran gigi ULM.

BANJARMASIN – Dengan khidmat, tamu dan undangan yang berhadir di auditorium Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM) mengikuti jalannya pengambilan sumpah dokter gigi angkatan XV, yang berlangsung pada Rabu pagi (26/6).  Suasana khidmat, khususnya lebih terasa saat Dekan FKG ULM Prof Dr drg Rosihan Adhani mengambil sumpah para dokter gigi angkatan XV, di hadapan para orangtua, tamu serta undangan. Tercatat ada 13 orang dokter gigi baru, yang diambil sumpahnya pada hari yang cerah tersebut.

Usai acara pengambilan sumpah, Dekan FKG ULM Prof Dr drg Rosihan Adhani mengatakan, sejak fakultas ini berdiri pada September 2009 lalu, tercatat sudah ada 114 dokter gigi yang berhasil lulus dengan memuaskan hingga sangat memuaskan.  Termasuk didalamnya 13 dokter gigi yang baru diambil sumpahnya.

“Seluruh lulusan FKG ULM ini langsung terserap di berbagai fasilitas layanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. Bahkan ada pula yang menjadi dosen atau pengajar. Dan mereka tersebar di beberapa daerah, tidak hanya di Kalimantan Selatan. Karena memang kami tidak membatasi lulusan FKG ULM, untuk mengabdi di daerah manapun di Indonesia,” jelas mantan kepala dinas kesehatan provinsi era Gubernur Rudy Ariffin ini kepada wartawan.

Menurut Rosihan, pembatasan tidak diberlakukan bagi lulusan FKG ULM, mengingat masih banyaknya fasilitas kesehatan di Indonesia yang belum memiliki tenaga dokter gigi. Angkanya menunjukkan sebanyak 43 persen fasilitas kesehatan setingkat Puskesmas, belum memiliki tenaga dokter gigi.

“Termasuk di Kalsel, kita masih sangat kekurangan tenaga dokter gigi. Rasio jumlah dokter gigi yang wajar adalah 11 orang per 100 ribu penduduk. Namun saat ini rasio Kalsel baru sekitar 6 sampai 7 dokter gigi per 100 ribu penduduk. Kalsel setidaknya masih kekurangan 220 tenaga dokter gigi. Sementara saat ini jumlah dokter gigi yang ada hanya sebanyak 250 orang, termasuk 114 lulusan FKG ULM,” tambahnya.

Kekurangan tenaga dokter gigi ini, sangat disadari gubernur Kalsel Sahbirin Noor,.yang akhirnya membuat kebijakan memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu dari 13 kabupaten/kota. Beasiswa ini berlaku untuk siswa yang ingin melanjutkan  pendidikan ke Fakultas Kedokteran ULM, termasuk Kedokteran Gigi. Seluruh biaya perkuliahan hingga biaya hidup sepenuhnya ditanggung pemerintah provinsi Kalsel, dan setelah lulus mereka diminta untuk kembali mengabdi di daerah. Program beasiswa ini, sudah berjalan sekitar 3 tahun, bekerjasama dengan ULM. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.