13 April 2021

Akses Jalan dan Listrik, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Perdesaan di Kalsel

2 min read

Gubernur Kalsel saat peresmian listrik 24 jam di Aranio.

BANJAR – Slogan PT PLN, Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik, sangatlah tepat jika disematkan pada 3 desa terpencil di kawasan Aranio kabupaten Banjar. Yakni desa Rantau Bujur, Rantau Balai dan desa Apuai. Bagaimana tidak,setelah hanya dapat menikmati listrik di malam hari, kini warga  3 desa terpencil itu dapat menikmati fasilitas listrik 24 jam. Kondisi ini sudah berlaku selama kurang lebih sepekan,l sejak listrik 24 jam diresmikan pada 20 Juni lalu, dan diyakini, fasilitas baru tersebut akan mendorong perekonomian desa menjadi lebih maju. Keyakinan itu disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, terkait beroperasinya listrik 24 jam di 3 kawasan terpencil itu.

Menurut Paman Birin (sapaan khas gubernur Kalsel), fasilitas jaringan listrik yang menjangkau kawasan perdesaan, dipastikan bakal mendorong perekonomian sektor UKM khususnya, menjadi lebih produktif.

“Selama ini kan mereka hanya dapat menikmati listrik 12 jam saja, terutama pada malam hari. Sehingga aktivitas yang memerlukan tenaga listrik pun, menjadi terbatas hanya dapat dilakukan pada malam hari. Dengan adanya listrik 24 jam ini, tentunya ekonomi menjadi bergeliat, yang juga didorong dengan adanya penerangan maksimal di rumah-rumah warga, tanpa takut adanya pembatasan listrik,” urainya.

Gubernur berharap, warga 3 desa dapat bersama-sama menjaga aset negara berupa jaringan listrik yang masuk ke desa mereka, agar dapat terus dinikmati secara berkelanjutan.

“Pembangunan jaringan listrik ini tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, sudah sepatutnyalah masyarakat turut serta menjaga keamanan fasilitas ini,” tambah gubernur.

Himbauan ini sangat didukung oleh general manager PT PLN wilayah Kalselteng Sari Indah Damayanti, yang mengaku bahwa pembangunan jaringan listrik ke wilayah 3 desa di Aranio ini, menghabiskan biaya hingga 8 miliar rupiah.

“Para petugas kami juga harus melewati rimbunan hutan karet, demi dapat menyambungkan listrik ke 3 desa ini. Bahkan pekerjaan memerlukan waktu sekitar satu bulan lamanya, untuk pembangunan jaringan sepanjang 17 kilometer ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Sari mengatakan, keberhasilan pihaknya membangun jaringan kelistrikan ke wilayah 3 desa terpencil di Aranio ini, tidak terlepas dari peran pemerintah provinsi Kalsel, yang telah membuka akses jalan melewati kawasan Aranio. Diketahui bahwa sejak akhir tahun 2017, pemerintah provinsi Kalsel dibantu jajaran TNI Angkatan Darat yakni Korem 101/Antasari Banjarmasin, telah membuka jalan poros baru Banjar – Tanah Bumbu.

Rencananya, jalan poros baru ini sudah dapat digunakan secara maksimal pada 2020 mendatang.

Meskipun sebagian besar jalannya masih berupa pengerasan, namun dipastikan jalan ini akan terhubung ke Tanah Bumbu. Apalagi tahun ini, pemerintah provinsi akan membangun 10 jembatan pendek dan 4 jembatan panjang, untuk menghubungkan jalan poros baru tersebut. (RIW/RDM/EYN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.