BanjarNews

Wujudkan Insan Pers Berkarakter, Balai Bahasa Kalsel Gelar DKT

BANJAR – Setelah menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) bersama Insan Pers Banjarbaru pada Rabu dan Kamis yang lalu, kini Balai Bahasa Kalimantam Selatan kembali menggelar Diskusi bersama Insan Pers Kabupaten Banjar.

Diskusi yang membahas tentang Pemakaian Bahasa di Media Massa, dibuka langsung oleh
Kepala Balai Bahasa Kalimantan Selatan Imam Budi Utomo pada Jum’at (21/6) pagi, di Wisma Sultan Sulaiman, Martapura.

Kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun di laksanakan selama dua hari dari tanggal 21 – 22 Juni 2019 yang di ikuti sejumlah Jurnalis Banjar, Humas Pemkab Banjar dan Media Center (MC) serta Dinas Kominfo Banjar.

Di hadapan wartawan Imam Budi Utomo mengatakan mengapresiasi atas kehadiran insan pers Kabupaten Banjar untuk mengikuti kegiatan ini.
“kami selaku Balai Bahasa Kalimantan Selatan mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kominfo Banjar dan juga rekan-rekan jurnalis yang telah berkenan mengikuti diskusi ini selama dua hari,” kata Imam.

Imam budi Utomo yang sekaligus sebagai narasumber pada kegiatan ini mengatakan tujuan di gelarnya kegiatan ini yang merupakan visi dari Balai Bahasa Kalimantan Selatan, yakni ingin mewujudkan Insan dan Ekosistem Kebahasaan dan kesastraan yang berkarakter secara bergotong royong kepada insan pers.

Sementara itu Ketua Panitia pelaksanaan Yuliati Puspita Sari menyampaikan melalui kegiatan ini Ia berharap akan muncul rekomendasi yang dapat di jadikan sebagai pertimbangan para insan pers dalam membangun strategi berbahasa dalam media massa yaitu berbahasa santun yang sesuai kaidah, serta membangun kesadaran dan kecintaan para insan pers terhadap bahasa persatuan yakni bahasa indonesia.

“Media massa merupakan ujung tombak dalam pengembangan dan pembinaan terhadap bahasa indonesia, oleh sebab itu semua insan pers perlu memiliki semangat nasionalisme tinggi terhadap bahasa Indonesia,” kata Yuliati

Jurnalis Banjar Adi Permana.

Sementara itu, Adi Permana salah satu Jurnalis Senior Kabupaten Banjar yang juga perserta di kegiatan ini mengatakan DKT bersama Insan Pers Banjar dinilai penting, tak lain menurutnya untuk lebih jauh mengetahui terkait pemakaian bahasa dalam Media Massa. Ia pun menyambut baik atas diselenggarakan Diskusi ini.

“Diskusi ini agar para insan Pers lebih mengetahui dan memahami dalam pemakaian bahasa yang dapat di terapkan dalam penulisan pada media massa yang sesuai peraturan undang-undang,” ujarnya.

Adi pun juga menyadari, memang terkadang penulisan dalam pemberitaan terjadi ketidak sesuaian dengan kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar sehingga kegiatan ini penting untuk di ikuti, karena menurut Adi sesuai yang tertuang dalam UndangUUndang Dasar 1945 yang diamanatkan harus menggunakan bahasa yang baik dan benar adalah media massa.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan bekesinambungan serta merata di seluruh Kabupaten/kota di Kalimantan Selatan,” harap Adi.

Untuk di ketahui selain Imam Budi Utomo, sebagai narasumber, materi juga akan di sampaikan oleh Narasumber Yuti Mahrita. Adapun rangkaian kegiatan ini yakni paparan kebijakan bahasa dan sastra, paparan Gerakan Literasi Nasional, paparan hasil kajian, Diskusi Kelompok Tepumpun (DKT) dan paparan hasil DKT. (AF/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat