Barito KualaNews

Ini Kisah Muamar, Seorang Kades Yang Peduli Akan Air Bersih Untuk Warganya

BARITO KUALA – Barito Kuala Merupakan Kabupaten yang memiliki banyak kecamatan yaitu 17 kecamatan yang yang terdiri dari banyak desa, di beberapa desa pun ada memiliki kelebihannya masing-masing.

Salah satunya desa Jejangkit Timur yang saat ini baru-baru saja berinovasi membuat instalasi air bersih skala desa, dan juga baru saja mendapatkan penghargaan langsung dari Bupati Kabupaten Barito Kuala untuk inovasi pembangunan air bersih.

Sebenarnya Desa Jejangkit Timur yang terletak di Kecamatan Jejangkit Timur, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan ini menjadi tantangan terbesar pembangunan sarana air bersih. Karena didaerah ini kondisi air yang ada tingkat keasaman tinggi sehingga tidak layak konsumsi. Pada 2017, Pemerintah kabupaten melalui PDAM telah membangun instalasi air bersih. Namun, layanan itu baru mampu menjangkau tiga desa, yaitu Desa Jejangkit Muara, Jejangkit Pasar, dan Jejangkit Barat. Masih ada empat desa lain yang belum terlayani, termasuk Desa Jejangkit Timur.

Muamar, seorang Kepala Desa Jejangkit Timur salah merupakan satu tokoh pencetus pembuatan instalasi air bersih di desanya. Muamar mengatakan bahwa pada awalnya pihaknya tidak belajar secara langsung untuk membuat instalasi air tersebut.

“Dulunya waktu ikut orang menjadi tenaga las, sambil melihat-lihat proses pembuatan instalasi dan dipelajari secara otodidak lalu bersama beberapa warga desa kami mulai mencoba membuat instalasi air dengan inovasi atau versi sendiri yang memang murni dari rancangan kami, pada awalnya saat diterapkan air tidak menjadi bersih karena yang diproses merupakan air asam, setelah dicermati ternyata terdapat kekurngan disistem pengadukan setelah itu kami buat sistem talang air yang panjang supaya sistem pengadukannya maksimal, setelah diterapkan alhamdulillah berhasil,” jelas Muamar

Lebih lanjut Muamar menceritakan, pembangunan instalasi air tersebut dilakukan secara bertahap dengan dana desa yang didapat.

Gambar sebelum dan sesudah air yang melewati proses penyaringan di bendungan instalasi.

“Untuk saat ini instalasi air bisa dinikmati oleh masyarakat namun hanya bisa dinikmati masyarakat menengah keatas bukan masyarakat menengah kebawah, karena perlu dana yang besar untuk dapat menyambungkan instalasi air tersebut kerumah-rumah warga. Harapan saya hal ini bisa dibantu oleh pemerintah daerah , seperti berupa bantuan sehingga dapat menggratiskan sambungan ke rumah warga yang miskin, karena sasaran utamanya untuk memberikan air bersih kemasyarakat yang miskin,” tuturnya

Muamar juga berharap metode instalasi air yang pihaknya jalan bisa terapkan di seluruh Batola sehingga dapat memberikan pelayanan air bersih yang lebih baik kepada seluruh masayarakat yang ada.

Masyarakat saat menikmati fasilitas air.

Sementara itu Acil Niah salah satu warga desa Jejangkit Timur yang menikmati fasilitas instalasi air ini mengatakan, dengan adanya instalasi air ini sekarang mereka tidak perlu menimba air di sumur lagi, dan tidak perlu menggunakan kapur lagi.

“Untuk pembayaran tergantung pemakaian, kalau saya biasanya cuma 50 ribuan perbulan, saat awal-awal kemarin biayanya juga digratiskan selama 2 bulan, saya sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan adanya instalasi air didesa ini, bukan hanya saya. Warga lain yang menggunakan ini pastinya juga terbantu karena sekarang sudah mudah untuk mendapatkan akses air bersih,” ucap Niah.

Untuk diketahui Instalasi air ini bahkan sudah diterapkan di beberapa daerah lain diluar Batola. Seperti Kabupaten Banjar, Tanjung dan daerah lainnya. (TR01/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat