13 April 2021

Hujan Deras, Banjar Waspada Banjir

2 min read

Kepala BPBD Kabupaten Banjar Muhammad Irwan Kumar saat ditemui di tempat kerjanya.

BANJAR – Curah hujan yang  tinggi, yang akhir-akhir ini  terjadi di beberapa wilayah di Kalimntan Selatan, juga menjadi perhatian dan pantauan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui BPBD Banjar. Karena hal ini bisa saja menimbulkan banjir di beberapa kawasan di Kabupaten ini.

Meskipun Kabupaten Banjar saat ini  masih relatif aman terhadap banjir, namun BPBD Banjar meminta kepada masyarakat untuk tetap berwaspada.  Hal ini diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Banjar Muhammad Irwan Kumar kepada sejumlah wartawan.

Dikatakan Irwan sebenarnya saat ini sudah memasuki musim kemarau sehingga pihaknya pun melakukan persiapan untuk penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Namun pada kenyataannya terjadi intensitas hujan yang cukup tinggi dan dialami hampir di semua wilayah Kalimantan Selatan tak terkecuali Kabupaten Banjar.

Menurut Irwan ini terjadi disebabkan adanya perubahan siklus atau perputaran arah angin, sehingga pada Juni ini iklim cuaca berubah jadi musim penghujan. Untuk dampaknya sendiri kata Irwan terjadi pada dua wilayah di Kalsel yakni Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu sempat terendam banjir dan mengakibatkan Embung Tirawan di Kabupaten Kotabaru jebol. Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Banjar walaupun masih masih relatif aman dan minim terdampak perubahan iklim, namun menurutnya tetap berwaspada, karena perubahan cuaca tidak menentu.

“Masyarakat harus tetap waspada terhadap bencana banjir, utamanya wilayah didataran rendah yang berpotensi terjadi bencana banjir seperti, Desa Bincau, Astambul, Martapura Barat, Tangkas, Sungai Rangas, dan Kuliling Benteng. Karena berada dipinggiran sungai jadi harus waspada kalau-kalau terjadi banjir bandang,” imbaunya.

Lebih lanjut Irwan menambahkan berdasarkan pantauan BPBD Banjar saat ini ketinggian air waduk Riam Kanan masih normal yakni sekitar 58,92 meter, dan pihaknya pun melalui operator timnya di setiap kecamatan akan terus melakukan pemantauan ketinggian air dan sungai, yang diakibatkan pengaruh intensitas hujan yang cukup tinggi hampir merata dialami wilayah Kabupaten Banjar.

Ia pun bersyukur, Pemerintah Kabupaten  Banjar kini telah membuat bangunan untuk membelah jalur pertemuan air Riam Kanan dan Riam Kiwa di daerah pegunungan Simpang Empat dan Pengaron.

“Jalur air sudah terbagi dan tidak hanya fokus disatu jalur saja, sehingga air yang biasanya merendam desa warga tidak terlalu tinggi. Embung di Awang Bangkal yang penuh pun sudah dibuka dan dialirkan ke perairan Irigasi Riam Kanan,” pungkasnya. (AF/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.