NewsProvinsi Kalsel

Ops Ketupat Intan 2019, Laka Lantas Meningkat

Gangguan Kamtibmas di Kalsel Turun Drastis

BANJARMASIN – Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Intan 2019 resmi berakhir, dengan digelarnya apel konsolidasi di mapolda Kalimantan Selatan di Banjarmasin pada Kamis pagi (13/6). Apel yang dipimpin langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani itu, dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Kalimantan Selatan diantaranya Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel,  Danrem 101/Antasari Banjarmasin, Danlanal Banjarmasin serta unsur pimpinan DPRD Kalsel. Hadir pula perwakilan dari pemerintah kabupaten/kota, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalsel dan juga Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel.

Dengan digelarnya apel konsolidasi ini, maka otomatis kesiapsiagaan 725 personil gabungan di sejumlah posko pengamanan arus mudik dan balik pun, juga dibubarkan.

Kepada wartawan, usai memimpin apel konsolidasi, Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani mengatakan, gangguan Kamtibmas pada pelaksanaan Operasi Ketupat Intan tahun ini, turun drastis dibanding tahun lalu. Yakni dari 130 kasus pada Operasi Ketupat Intan tahun lalu, turun menjadi 23 kasus pada tahun ini. Dengan kata lain, terjadi penurunan sebanyak 107 kasus, atau setara dengan 82 persen lebih.

“Operasi tahun ini dapat dikatakan berjalan lancar, terbukti dengan turunnya angka gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polda Kalsel. Ini semua berkat kerjasama seluruh pihak, termasuk para personil yang bertugas selama operasi berlangsung. Begitu pula unsur masyarakat, yang sudah sangat membantu tugas aparat,” jelasnya kepada wartawan.

Namun sayangnya menurut Yazid Fanani, angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik, tahun ini justru meningkat dibanding tahun lalu. Tak tanggung-tanggung, naiknya hingga 123 persen, dari 13 kasus pada tahun lalu menjadi 29 kasus kecelakaan pada tahun ini.

“Ya, laka lantas tahun ini meningkat. Bukan karena masalah jalan berlubang atau apa, tapi lebih pada kelalaian manusianya. Melihat jalan mulus, langsung tergoda memacu motor dengan kecepatan tinggi. Begitu pula dengan faktor kelelahan, harusnya beristirahat saja jangan dipaksakan. Ini nantinya akan jadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan operasi tahun depan,” ujarnya.

Data Polda Kalimantan Selatan menunjukkan, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama arus mudik, 2019 atau saat berlangsungnya Operasi Ketupat Intan 2019, adalah sebanyak 14 orang. Selain itu 5 korban mengalami luka berat, serta 40 korban luka ringan. Sementara kerugian materi diperkirakan mencapai 136,5 juta rupiah.

Untuk diketahui kejadian laka lantas tertinggi adalah pada H – 1 lebaran, dan titik terbanyak terdapat di wilayah hukum Polres Banjar. (RIW/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat