BanjarNews

Lebaran Tahun Ini, Kesadaran Pemudik Akan Keselamatan Jiwa, Meningkat

BANJAR – Operasi Ketupat Intan Pengamanan Mudik Lebaran Idul Fitri1440 Hijriah di wilayah Kabupaten Banjar yang puncaknya berakhir pada pengamanan puncak peringatan Haul Syekh Muhammad Arsyad Al Banjar, resmi berakhir pada Senin (10/6) jam 00.00 wita.

Hal ini disampaikan Kasat Lantas Polres Banjar AKP Indra A.P Putra Kepada Abdi Persada FM ketika menghadiri halal bihalal Wakil Bupati Banjar, Selasa (11/6) lalu.

Dikatakan Indra untuk wilayah Kabupaten Banjar ada tiga posko pengamanan mudik lebaran yang di tempatkan pihak Polres Banjar yakni di wilayah Kecamatan gambut, Martapura dan Kecamatan Astambul yang merupakan jalur para pemudik.

Menurut AKP Indra dari tiga posko tersebut telah mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat. Indra juga menyebutkan selama proses pelaksanaan pengamanan mudik tidak ada kegiatan yang signifikan.

“Alhamdulillah pengamanan mudik lebaran kemaren berjalan lancar hanya kejadian-kejadian rutin seperti adanya lakalantas dan kejahatan konvensional saja, namun hal tersebut dapat ditekan,” ucap Indra.

Dikatakan Indra meski pada lebaran Idul Fitri tahun ini masih saja ada didapati masyarakat yang melanggar aturan tata tertib lalu lintas yang berpotensi menyebabkan laka lantas, namun tidak semuanya harus ditindak, karena ada pula pihaknya hanya  memberikan peringatan dan teguran serta imbauan saja.

“Terbukti saat kami berusaha mengurai kemacetan mereka semua mengikuti, dan bagi yang melanggar tata tertib lalu lintas tidak langsung kami tindak, dan hanya memberikan imbauan dan arahan saja, terkecuali yang berpotensi menyebabkan kecelakaan baru kami tindak,” tandasnya.

Dari hasil operasi tersebut hingga 10 juni lalu menurut Indra memang ada terjadi beberapa kecelakaan diantaranya dikawasan gambut dan kecamatan simpang 4, dalam satu hari bisa mencapai empat kecalakan namun bisa diatasi dengan baik dan di antaranya ada yang meninggal dunia.

Ia pun juga mengimbau kepada kaum perempuan untuk berhati-hati ketika mengenkan pakaian panjang saat mengendarai motor.  Di katakan Indra ini di lihat berdasarkan ada beberapa kejadian kecelakaan secara nasional pada saat mudik kemaren, dimana para ibu-ibu atau kaum perempuan yang menggunakan busana seperti pakaian  gamis atau sejenisnya saat mengendarai motor terlilit rantai kendaraan sehingga berakibat terjadinya kecelakaan tunggal yang meninggal dunia.

“Imbauan ini kami sampaikan baik melalui video, Instagram maupun media sosial lainnya agar ke hati-hatian perlu di tingkatkan,” jelas Indra.

Lebih lanjut Indara menjelaskan untuk daerah kabupaten Banjar sendiri pada saat arus mudik yang lalu terdapat satu orang yang mengalami hal tersebut. Namun Indra juga menjelaskan untuk tingkat kesadaran  masyakat  sendiri terhadap penting keamanan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Banjar tahun ini lebih meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. (AF/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat