BanjarNews

Tingkatkan Kesadaran Hukum Pekerja Migran, BP3TKI Kalsel Gencar Lakukan Sosilaisasi

BANJAR – Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Banjarbaru bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Banjar menggelar Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Hukum bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), Rabu (12/6) pagi di Gedung Mahligai Sultan Adam Martapura.

Sosialisasi dibuka oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Nur Gita Tyas Saidi Mansyur, dan di hadiri seluruh anggota TP PKK Kabupaten Banjar.

Berbagai materi  disampaikan narasumber dari BP3TKI Banjarbaru melalui Modul Informasi Prosedur Penempatan dan Perlindungan untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) , baik terkait dengan Undang-undang No 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran indonesia, persyaratannya, kemudian  tentang dokumen yang di persyaratkan maupun perjanjian kerjanya dan hal-hal lainya yang harus di ketahui oleh calon Pekerja Migran Indonesia.

Di sela-sela kegiatan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Nur Gita Tyas Saidi Mansyur kepada wartawan mengatakan, TP PKK Kabupaten Banjar mengapresiasi  atas kegiatan ini. Menurut Gita dengan kegiatan ini para kader-kader TP PKK di desa maupun di Kecamatan akan menjadi tangguh dalam mendukung program sosialisasi ini.

“Saya sangat senang, kader-kader PKK Kabupaten Banjar diakui menjadi salah satu lintas sektor yang strategis baik di tingkat Kecamatan maupun desa, saya berharap semoga bisa menjadi kader PKK yang taguh untuk mendukung program ini demi rakyat indonesia agar dapat di lindungai oleh hukum,” harap Gita.

Dari sosialisasi ini, Ketika prosedur dan regulasi itu dilakukan  dengan baik lanjut Gita, tentu ini akan memberikan dampak yang baik untuk masyarakat atau calon PMI maupun negara, disamping akan mendapatkan wawasan dan kesejahteraan juga tentunya dapat menambah devisa buat negara. Namun menurutnya apabila dilakukan non prosedural, ini tentunya akan merugikan para PMI itu sendiri dan juga negara karena tidak dapat perlindungan hukum.

Kepala BP3TKI Banjarbaru Isti Iriani saat diwawancarai.

Sementara itu Kepala Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Banjarbaru Isti Iriani mengatakan digelarnya sosialisasi ini untuk menyampaikan tentang prosedur yang benar terkait pemberangkatan pekerja migran ini, dan mengurangi pemberangkatan para pekerja Migran yang non prosedural, sehingga menurutnya tidak ada lagi calon PMI tersebut yang berangkat dimana di suatu negara tersebut telah ditutup kuotanya.

“Seperti tenaga kerja pembantu rumah tangga di Arab Saudi sudah dihentikan namun masih saja ada para pekerja ini yang berangkat kesana. Sehingga dengan sosialisasi ini perlu adanya pendekatan tehadap kaum wanita yang dominan ingin menjadi TKI, oleh karena itu kami bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Banjar yang mana para anggotanya baik di kecamatan maupun didesa lebih dekat dengan masyarakat sekitarnya,” jelas Isti Iriani.

Untuk menghindari resiko kemungkinan yang terjadi terhadap Tenaga Jerja Indonesia (TKI) pengguna fasilitas perseorangan, Ia berharap para calon PMI tidak memaksakan diri untuk berangkat menjadi TKI.

“Para calon Tenaga kerja migran yang menggunakan fasilitas perseorang  bukan lewat jalur perusahaan resmi tenaga kerja migran lebih baik mencari nafkah di dalam negeri apalagi bekerja sebagai penata laksana rumah tangga atau pembantu, karena resikonya cukup besar bisa saja gajih mereka tidak dibayar atau resiko lainnya karena Ilegal, beda dengan perusahaaan resmi tenaga kerja migran yang ada ketentuan dan peraturan terkait hak dan kewajiban tenaga kerja migran tersebut,” jelas Isti Iriani lagi.

Lebih lanjut Isti Iriani menambahkan memang untuk para pekerja Migran Indonesia (PMI)  non prosedural tetap mendapat penanganan perlindungan dari pihaknya yang tentunya bekerja sama dengan pihak kementrian luar negeri, KJRI dan KBRI atau pihak terkait lainnya, namun ia meyarankan kepada para pekerja ini agar tetap lewat jalur prosedural. (AF/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat