KotabaruNewsProvinsi Kalsel

Banjir Tanbu-Kotabaru, BPBD Kalsel dan Kabupaten Terus Lakukan Koordinasi

BANJARBARU – Saat ini BPBD Pemprov Kalsel, masih menunggu jumlah kepastian korban bencana banjir di dua Kabupaten baik di Tanah Bumbu dan juga Kotabaru. Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Wahyudin melalui sambungan telepon dalam acara Topik Kita Hari Ini (TKHI) Abdi Persada FM edisi Selasa (11/6). Dijelaskannya, bencana banjir yang menimpa pada tiga hari pasca lebaran Idul fitri 1440 Hijriyah, di Kabupaten Kotabaru, yang diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (8/6) jam 04.00 – 14.00 Wita, menyebabkan genangan air di lima desa di Kabupaten Kotabaru, yaitu Desa Baharu, Desa Teluk Gosong, Desa Stagen, Desa Gunung Sari, dan Desa Sungup Kanan, bahkan curah hujan tinggi ternyata menyebabkan Embung (bendungan) Tirawan jebol.

“Kami terus berkoordinasi bersama BPBD Kabupaten Kotabaru,” katanya.

Kepala BPBD kabupaten Kotabaru, Rusian Ahmadijaya. (sumber foto google)

Menanggapi hal itu diprogram yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotabaru Rusian Ahmadijaya mengatakan, melalui motto “Bersama kita bisa”, dimaksudkan pihaknya akan mampu mengatasi semua korban bencana banjir tersebut. Selain itu, pihaknya terus dikawal Bupati dan Wakilnya serta melibatkan Dinas Kesehatan dan BMKG, untuk memantau perkembangan korban dan juga kondisi infrastruktur.

“Data sementara, total jumlah kerusakan rumah 250 unit, sedangkan infrastruktur seperti jembatan lebih banyak rusak di sisi kiri dan kanannya saja,” ucapnya.

Humas PDAM kabupaten Kotabaru, Syarwani. (sumber foto google)

Sementara itu, Humas PDAM Kabupaten Kotabaru Syarwani menjelaskan, terkait jebolnya embung di desa tirawan sudah dilakukan peninjauan, dan akan secepatnya diperbaiki, karena ada 2.000 lebih pelanggan PDAM, saat ini  akan diberikan distribusi air secara bergantian di 3 titik.

Masih di program yang sama, Nafi salah satu warga, yang menjadi korban banjir di Pulau Laut Timur Kotabaru menyampaikan, hujan mengguyur dengan waktu yang  lama, sehingga menyebabkan banjir. Untuk rumahnya, ketinggian air hingga mata kaki, namun tidak lama, hanya 5 jam air berangsur surut.

“Saya berharap ke depan, pihak BPBD baik Kabupaten dan Kalsel, dapat memberikan sosialisasi ke semua warga, bagaimana cara mengantisipasi sejak dini bencana seperti ini, agar tidak lagi , mengingat musim sekarang tidak bisa di prediksi baik musim kemarau maupun musim hujan. (NHF/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat