13 April 2021

Angkutan Laut Jadi Primadona Arus Mudik Tahun Ini

2 min read

Suasana saat rakor angkutan lebaran terpadu dilaksanakan pada Senin (27/05).

BANJARMASIN – Jelang Idul Fitri 1440 H, persiapan angkutan mudik di Kalimantan Selatan pun disiapkan untuk memastikan para pemudik mendapatkan layanan angkutan terbaik, dan terjamin keselamatannya. Untuk itulah, rapat koordinasi (rakor) angkutan lebaran terpadu digelar dinas perhubungan provinsi Kalimantan Selatan di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Senin (27/5). Hadir para rakor ini, seluruh stake holder yang terlibat untuk pengadaan armada lebaran. Mulai dari dinas perhubungan 13 kabupaten/kota, Danlanal Banjarmasin, KSOP, BMKG, PT Angkasa Pura 1, Polda Kalimantan Selatan, dan Balai Besar Jalan. Seluruhnya duduk bersama, untuk memastikan fasilitas angkutan dan jalan atau jalur yang dilalui pemudik aman, dan lancar dilewati. Baik untuk jalur darat, laut maupun udara. Rakor ini dibuka oleh sekretaris daerah provinsi Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie.

Kepada wartawan usai membuka rakor angkutan lebaran terpadu, sekretaris daerah provinsi Kalsel Abdul Haris Makkie mengatakan, koordinasi diperlukan untuk menyamakan langkah seluruh pihak terkait, menjamin kelancaran arus mudik pada Idul Fitri kali ini.

“Kita sangat berharap, para pemudik dapat pulang kampung dengan tenang, dan tiba di tempat tujuan dengan selamat. Begitu pula nanti saat kembali pasca mudik. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berkumpul bersama keluarga dalam suasana hari raya, dengan keadaan selamat,” jelasnya pada Senin (27/5).

Sementara itu, menurut kepala dinas perhubungan Kalsel Rusdiansyah, melalui rakor ini juga diketahui apakah ada peningkatan jumlah arus mudik, melalui jalur darat, laut ataupun udara. Jika ada peningkatan, maka dapat diantisipasi dengan tambahan armada angkutan.

“Tahun ini, angkutan laut mengalami peningkatan signifikan pada jumlah penumpangnya sekitar 4 – 5 persen dibanding tahun lalu. Hal ini sebagai dampak dari masih tingginya harga tiket pesawat, yang selama beberapa tahun terakhir, menjadi pilihan utama pemudik ke luar Kalsel. Namun tahun ini, angkutan laut yang tengah jadi primadona,” jelasnya.

Sedangkan angkutan udara, menurut Rusdiansyah, tetap mengalami kenaikan namun tidak signifikan, yakni sekitar 1,49 persen dibanding tahun lalu.

“Bahkan jumlah armada yang disiapkan angkutan udara tahun ini, justru tidak sebanyak tahun lalu. Extravaganza flight pun hanya untuk rute tertentu, seperti Banjarmasin – Surabaya, dan Banjarmasin – Semarang,” tutupnya.

Hasil rakor yang berlangsung selama kurang lebih 4 jam tersebut, salah satunya menyepakati bahwa keamanan fisik armada serta sopir angkutan menjadi prioritas utama. Untuk memastikan hal itu, dilaksanakan pemeriksaan fisik kendaraan terutama pada bagian vital. Seperti rem, dan roda. Sementara untuk sopir angkutan, akan dilaksanakan cek kesehatan, untuk memastikan tidak adanya unsur obat terlarang serta minuman keras, yang dikonsumsi saat menjalankan angkutan lebaran. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.