BanjarmasinNewsProvinsi Kalsel

Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Kapal Laut Meningkat Tajam

BANJARMASIN – Beberapa tahun belakangan ini, arus mudik lebaran di Kalimantan Selatan lebih didominasi angkutan udara. Selain karena harga tiket yang terjangkau, rute lumayan banyak, pemudik lebih memilih naik pesawat karena jarak tempuh yang pendek. Hanya dalam kurun waktu 1,5 jam saja misalnya, pemudik tujuan pulau Jawa, sudah sampai di kampung halamannya dengan penerbangan dari Banjarmasin. Sementara angkutan laut, meskipun harga tiket yang ditawarkan murah, namun jarak tempuh masih tidak dapat diperpendek. Minimal sehari semalam dan maksimal hingga 3 hari perjalanan. Sehingga jumlah arus mudik angkutan laut pun turun drastis, dalam beberapa tahun terakhir.

Namun pada lebaran tahun ini atau Idul Fitri 1440 Hijriah, tren peningkatan jumlah arus mudik lebaran, sepertinya akan berpihak pada angkutan laut. Hal itu seiring dengan masih tingginya harga tiket pesawat, dan juga berkurangnya rute penerbangan dari Banjarmasin, ke sejumlah destinasi.

Dirjen perhubungan laut kementrian perhubungan RI memperkirakan, peningkatan jumlah arus mudik menggunakan armada angkutan laut, meningkat hingga 10 persen tahun ini. Hal itu diungkapkan kepala cabang Darma Lautan Utama (DLU) Banjarmasin Anton Wahyudi, kepada para wartawan yang menemui dikantornya kawasan pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Menurut Anton, sejak awal Ramadhan ini saja, sudah terjadi lonjakan penumpang sekitar 200 hingga 300 persen. Apalagi sejak 2 bulan terakhir, pihaknya juga sudah mengganti armada kapal dengan kapasitas lebih besar.

“Hari biasa, jumlah penumpang berkisar antara 100 sampai 150 penumpang. Tapi sejak awal Ramadhan tadi, jumlahnya melonjak 300 hingga 500 orang per hari. Jumlah sebanyak ini tentu saja dapat diangkut armada baru kami, yang mampu menampung sampai 1.700 pax dan hingga 300 unit kendaraan bermotor,” jelasnya.

Selain itu, penumpang juga dapat dengan mudah membeli tiket melalui mobile aplikasi, untuk keberangkatan hari apapun. Bahkan penumpang juga dapat membeli tiket pulang pergi, sehingga memudahkan penjadwalan keberangkatan dan kepulangan mereka.

“Kami sudah membagi harga tiket menjadi 3 waktu keberangkatan. Yakni pada H minus 30 sampai H minus 20 lebaran, harga berlaku normal yakni 280 ribu rupiah. Selanjutnya pada H minus 19 hingga H minus 11 lebaran, berlaku harga 330 ribu rupiah. Kemudian harga naik menjadi 440 ribu rupiah per penumpang, mulai H minus 10 sampai hari H,” urainya.

Khusus untuk arus mudik lebaran tahun ini, DLU Banjarmasin menyiapkan 3 armada angkutan laut. Dua aada merupakan angkutan reguler, dengan kapasitas penumpang 1.300 hingga 1.700 pax, dan 150 sampai 300 kendaraan bermotor. Sedangkan satu unit disiapkan, jika terjadi lonjakan penumpang pada arus mudik lebaran kali ini, terutama pada H-7 Idul Fitri. (RIW/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat