13 April 2021

Dugaan Penggelembungan Suara, Warnai Penetapan Hasil Pemilu Di Kalsel

2 min read

Suasana rapat pleno terbuka KPU Provinsi Kalsel pada hari pertama pelaksanaan Rabu (08/05).

BANJARMASIN – Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Provinsi Kalimantan Selatan Pemilu 2019, yang harusnya sudah berakhir pada Kamis (9/5), terpaksa diperpanjang hingga Jum’at (10/5).

Kebijakan ini harus diambil Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel, menyusul adanya keberatan yang diajukan saksi parpol PKB, usai KPU kabupaten Banjar menyelesaikan penyampaian hasil penghitungan perolehan suara di daerahnya, pada Kamis malam (9/5) sekitar jam 23.35 WITA.

Keberatan disampaikan Sekretaris DPW PKB Kalsel Hormansyah, terkait soal hilangnya suara parpol dan caleg tertentu pada pemilihan calon anggota DPRD Provinsi Dapil 2, yang diduga berpindah ke salah satu caleg dari partai yang sama. Kejanggalan ini terjadi di kecamatan Karang Intan kabupaten Banjar. Menanggapi keberatan ini, ketua KPU Kalsel Sarmudji pun meminta saksi parpol tersebut untuk memperlihatkan data (D1) yang diberikan PPK Karang Intan kepada mereka. Benar saja, ternyata D1 yang diterima saksi parpol, berbeda dengan D1 yang diterima Bawaslu dan KPU Banjar.
Dengan adanya temuan ini, maka rapat pleno pun di skors atau ditunda sambil menunggu kedatangan PPK Karang Intan, untuk menjelaskan adanya dua D1 tersebut.
Menjelang subuh Jum’at (10/5) PPK dimaksud tiba di tempat berlangsungnya rapat di hotel berbintang kawasan jalan Ahmad Yani kilometer 5,5 Banjarmasin. Namun kedatangannya belum juga menghasilkan solusi, sehingga Bawaslu provinsi memutuskan untuk menggelar sidang penyelesaian persoalan tersebut. Akibatnya, rapat pleno pun ditunda lagi hingga jam 09.00 pagi Jum’at (10/5).

Kepada wartawan, Ketua Bawaslu Kalsel Erna Kasypiah menyampaikan, sidang dadakan ini digelar untuk menentukan apakah diperlukan berkas C1 pleno dibuka, demi memastikan data D1 yang manakah yang benar.
“Langkah ini mungkin saja diambil, mengingat ada dua D1 dengan data berbeda. D1 yang diberikan PPK Karang Intan kepada seluruh saksi parpol, datanya sama. Begitu pula D1 yang diterima Bawaslu dan KPU Banjar datanya sama, namun berbeda dengan data D1 versi saksi parpol. Ini yang mengindikasikan adanya penggelembungan suara pada parpol PKB untuk pemilihan DPRD provinsi di kecamatan Karang Intan,” jelasnya kepada wartawan sesaat setelah rapat pleno diskorsing jelang sholat Jum’at.
Erna memastikan, keputusan cepat dihasilkan, agar penetapan hasil penghitungan perolehan suara tingkat provinsi Kalsel dapat dilanjutkan.

Sementara itu, menurut komisioner KPU Kalsel Edy Ariansyah, rapat pleno terbuka untuk menetapkan hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2019 wilayah provinsi Kalsel tetap dilanjutkan, meski ada persoalan dugaan penggelembungan suara ini.
“Kita lewati dulu untuk penetapan sertifikat hasil penghitungan suara pemilu caleg DPRD provinsi dapil 2 kabupaten Banjar, sampai ada keputusan sidang Bawaslu,” ujar lelaki yang pernah menjadi komisioner KPU Banjar tersebut.
Karena kebijakan itu, maka hingga Jum’at (10/5) jam 12.00 WITA, rapat pleno terbuka KPU provinsi berhasil menetapkan hasil penghitungan perolehan suara untuk DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dapil Kalsel 1, dapil Kalsel 3 dan dapil Kalsel 4. Sisanya untuk penetapan DPRD Provinsi dapil Kalsel 5 hingga 7, dilanjutkan setelah sholat Jum’at. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.