BanjarmasinNewsProvinsi Kalsel

Polda Kalsel Turunkan 600 Personil, Untuk Amankan Rapat Pleno Penghitungan Suara KPU Kalsel

BANJARMASIN – Sejak Rabu pagi (8/5) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan, sudah memulai proses penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 melalui rapat pleno terbuka, di salah satu hotel kawasan jalan Ahmad Yani kilometer 5,5 Banjarmasin. Rapat pleno terbuka tersebut, dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (9/5), dengan kabupaten Banjar sebagai penyampai terakhir. Hal itu karena KPU Banjar baru menyelesaikan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dikabupatennya, pada Rabu siang (8/5) dan langsung menyerahkannya kepada KPU Provinsi pada sore harinya.

Untuk kelancaran dan keamanan rapat pleno terbuka tingkat provinsi ini, maka aparat keamanan yang terdiri dari kepolisian dan prajurit TNI diturunkan.  Baik untuk penjagaan di kantor KPU jalan Ahmad Yani kilometer 3,5 Banjarmasin, maupun di lokasi rapat pleno berlangsung. Pengamanan ini sudah dikerahkan, sejak proses sinkronisasi data berlangsung pada Selasa (7/5).  Dan untuk memastikan kesiapan personil dan prajuritnya, serta menyemangati mereka selama bekerja pada bulan Ramadhan ini, Pangdam VI Mulawarman Subiyanto dan Kapolda Kalsel Yazid Fanani pun, menyempatkan diri menyambangi langsung di halaman hotel, tempat para personil TNI dan kepolisian tersebut membangun tenda sebagai tempat bermalam.

Kepada wartawan, Pangdam VI Mulawarman Subiyanto memastikan, tiga provinsi di Kalimantan yang masuk dalam cakupan wilayah Kodam VI Mulawarman, dalam suasana kondusif.

“Ada tiga provinsi yang ada di bawah Kodam VI Mulawarman, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan. Semuanya bukan merupakan daerah rawan pada pemilu 2019, jadi ketiganya dalam kondisi aman. Meski begitu, salah satu tugas TNI adalah untuk menjaga objek vital. Termasuk kantor KPU dan Bawaslu, serta lokasi berlangsungnya rapat pleno penghitungan perolehan suara, seperti saat ini,” ujar Subiyanto saat ditemui usai mengecek kondisi para prajuritnya pada Rabu (8/5).

Sementara itu, menurut Kapolda Kalsel Yazid Fanani yang mendampingi Pangdam VI Mulawarman, pihaknya menurunkan 600 personil khusus untuk pengamanan saat rapat pleno terbuka berlangsung pada 8-9 Mei 2019.

“Saya tidak mau ambil risiko. Meskipun seperti yang disampaikan Pangdam tadi, Kalsel bukan daerah rawan, kami tetap menurunkan personil untuk pengamanan di hotel ini. Yakni sebanyak 600 personil, yang dibagi dalam 3 shif. Karena saya ingin semua personil dalam kondisi fit saat bertugas. Mengingat saat ini adalah bulan Ramadhan,” jelasnya.

Para personil pengamanan ini, sudah berjaga di areal jalan masuk hotel, hingga menuju ruangan tempat berlangsungnya acara. Di pintu depan ruangan, ditempatkan metal detector, dan setiap orang yang hendak masuk ke ruangan harus memakai id card khusus, yang sudah disediakan penyelenggara berdasarkan undangan yang disebarkan. Sementara di bagian dalam ruangan, juga ditempatkan petugas pengamanan tanpa seragam. (RIW/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat