BanjarmasinNewsProvinsi Kalsel

Rapat Pleno Terbuka KPU Kalsel, Nyaris Diwarnai Aksi Boikot Wartawan

BANJARMASIN – Lazimnya sebuah rapat terbuka, maka harusnya bersifat terbuka untuk diketahui masyarakat melalui media massa, baik cetak, elektronik dan media online. Itu pulalah yang diharapkan pada kegiatan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Pemilu 2019, yang berlangsung pada 8-9 Mei 2019 di salah satu hotel berbintang kawasan Ahmad Yani kilometer 5,5 Banjarmasin.

Namun kondisi sebaliknya yang justru terjadi. Media cetak, elektronik dan online, ternyata harus mendapatkan undangan terlebih dulu, untuk mendapatkan id card khusus wartawan/media agar dapat melewati penjagaan untuk meliput ke dalam ruangan. Anehnya, yang termasuk dalam undangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel, hanya ada 20 media saja. Bahkan untuk media radio, hanya LPPL RRI yang diundang secara resmi, sedangkan media online hanya ada 4 yang terdaftar. Padahal jumlah media online di Banjarmasin saja mencapai puluhan. Karena adanya diskriminasi peliputan ini, maka sejumlah wartawan yang mendapat undangan, tetap bertahan di luar ruangan, sebagai wujud solidaritas kepada rekannya yang tidak mendapat undangan.

“Kita lihat dulu, apakah semua wartawan dapat mengambil id card tanpa undangan. Kalo ternyata tidak diberikan, maka kami sepakat untuk memboikot acara ini. Sebab baru ini saja kejadian, jumlah wartawan dibatasi untuk peliputan rapat pleno terbuka soal hasil pemilu. Kemarin saja saat pleno di kota Banjarmasin, tidak ada pembatasan. Asalkan dapat menunjukkan id card media masing-masing,” jelas Juhriansyah salah seorang jurnalis media elektronik.

Dan benar saja, wartawan tanpa undangan, lumayan dipersulit untuk mendapatkan id card. Meskipun akhirnya id card diberikan pihak sekretariat KPU provinsi, yang berjaga di pintu masuk ruangan.

Kondisi ini ternyata mendapat perhatian khusus dari komisioner KPU Kalsel Edy Ariansyah, yang menyempatkan diri ke luar ruangan dan mendatangi para wartawan. Ia pun memastikan, bahwa seluruh wartawan dapat masuk ke dalam, tanpa perlu memperlihatkan undangan.

“Semua rekan-rekan wartawan disilahkan meliput. Tidak harus mendapat undangan. Meliput tidak berdasarkan suruhan, sebab meliput merdeka mewartakan peristiwa/kejadian. Silahkan. Cukup tunjukkan kartu identitas wartawan kepada rekan-rekan panitia untuk penukaran Id Card. Mohon maaf jika pelayanan kurang maksimal,” demikian penjelasannya yang kemudian disambut gembira wartawan, dan langsung menyerbu masuk ke dalam ruangan. (RIW/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat