BanjarmasinNewsProvinsi Kalsel

KPU Kalsel Pastikan, Gelar Pleno Terbuka Pada 8-9 Mei

BANJARMASIN – Ada yang berbeda pada kantor KPU Provinsi Kalimantan Selatan Selasa (7/5). Kantor yang berada di tepi jalan Ahmad Yani kilometer 3,5 Banjarmasin itu, tampak sepi dari para staf serta komisionernya. Yang tampak hanya kumpulan polisi dan TNI, yang memang diperbantukan menjaga keamanan selama proses penghitungan suara pemilu 2019. Selain itu, halaman depan kantor KPU Provinsi ini juga dipenuhi karangan bunga bernada dukungan untuk melakukan penghitungan secara jujur. Sementara para komisioner dan staf KPU sendiri, berada disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, untuk persiapan pelaksanaan rapat pleno hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilu 2019 pada 8-9 Mei 2019.

Selain itu pada Selasa (7/5) ini, dilakukan sinkronisasi data oleh KPU kabupaten kota, sebelum nanti diplenokan pada Rabu (8/5). Setidaknya ada 12 KPU kabupaten/kota yang hadir untuk melakukan sinkronisasi, kecuali KPU kabupaten Banjar. Sebab hingga berita ini ditulis, rapat pleno hasil rekapitulasi di kabupaten Banjar masih terus berlangsung.

Kepada Abdi Persada FM, komisioner koordinator divisi teknis KPU Kalsel Hatmiati Masy’ud menjelaskan, rencananya rapat pleno akan dibuka oleh gubernur Kalsel Sahbirin Noor pada Rabu pagi (8/5). Barulah kemudian rapat pleno digelar, dengan meminta seluruh kabupaten kota menyampaikan hasil rapat pleno didaerahnya masing-masing.

“Setiap daerah diperkirakan memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk menyampaikan hasil rapat pleno didaerahnya. Itu belum termasuk jika ada interupsi, waktu shalat dan berbuka puasa. Maka kami perkirakan pada Kamis pagi (9/5), seluruh 13 daerah menyelesaikan laporannya,” jelasnya.

 

Menurut Hatmiati, seluruh daerah telah mensingkronkan datanya ke KPU provinsi pada 6 Mei 2019, kecuali kabupaten Banjar.

“Kami perkirakan pada hari ini (red, Selasa) rapat pleno di kabupaten Banjar dapat diselesaikan. Karena itu, mereka akan ditempatkan di giliran terakhir pada penyampaian, untuk memberikan waktu sinkronisasi terlebih dulu,” tambahnya.

Sayangnya, kegiatan rapat pleno terbuka ini, ternyata tidak sesuai dengan tajuknya “terbuka”. Karena hanya 20 media cetak, elektronik dan online yang diundang berhadir pada kegiatan penting ini. Didominasi media elektronik televisi, dan untuk media radio hanya RRI yang diundang. Itupun harus membawa ID Card khusus wartawan. Begitu pula dengan tamu, wajib membawa undangan. Padahal, kegiatan ini akan dijaga ketat aparat kepolisian. (RIW/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat