5 Maret 2021

Disbudpar Inginkan Makanan Khas Banjar Ada di Pasar Wadai Ramadhan Martapura

2 min read

Kabid Kebudayaan Disbudpar Banjar Yuana Karta Abidin saat di wawancarai.

BANJAR – Untuk tetap melestarikan Budaya Banjar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar mengharapkan kepada para pedagang Pasar Wadai Ramadhan yang berlokasi disamping RTH Ratu Zalecha Martapura agar menjual makanan Khas Banjar. Harapan ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar Haris Rifani melalui Kabid Kebudayaan Yuana Karta Abidin kepada Abdi persada fm, usai melaksanakan rapat koordinasi dengan para pedagang pasar wadai beberapa waktu lalu di Aula PD Pasar Bauntung Batuah Martapura.

Dikatakan Yuana makanan atau wadai yang jarang dijual di luar bulan ramadhan seperti resep,resep rahasia adat Banjar agar di sajikan pada stand-stand pasar wadai nantinya. Disamping itu Yuana Berharap para pedagang ini mampu menjelaskan kepada para pengunjung atau pembeli terhadap menu makanan yang di jual. Kerana menurut Yuana yang datang nantinya tidak hanya orang lokal saja, namun tidak menutup kemungkinan orang luar daerah atau wisatawan dan ini merupakan target dari pemerintah daerah Kabupaten Banjar.

“Kami nanti akan mendata secara rutin menu apa saja yang di jual oleh para pedagang dipasar wadai ini,” kata Yuana.

Ia berharap penyelenggaraan pasar wadai ramadhan di RTH Ratu Zalecha tahun ini tambah ramai dari tahun sebelumnya dan dapat mendatangkan para pembeli lebih banyak lagi serta berjalan lancar hingga akhir ramadhan.

Direktur PD Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar Rusdiansyah saat di wawancarai.

Sementara itu, Direktur PD Pasar Bauntung Batuah Rusdiansyah mengatakan berkaca dari tahun lalu memang ada beberapa fasilitas yang tidak bisa di akomodir oleh Disbudpar Banjar, karena terkait keterbatasan anggaran. Namun untuk pelaksanaan tahun ini menurut Rusdi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Disbudpar Banjar terkait fasilitas mana saja yang belum terakomodir, maka pihak PD Pasar Bauntung Batuah akan mengupayakan memfasilitasinya.

“Seperti pada acara kegiatan misalnya Gapura, pemagaran area pasar wadai, penyediaan tempat sampah, tempat cuci tangan, fasilitas para petugas keamanan dan juga kebersihan, untuk hal ini mana saja yang belum teakomidir oleh Disbudpar, insya Allah pihak PD Pasar akan mengupaya atau mengakomodirnya,” kata Rusdi.

Lebih lanjut Rusdiansyah menambahkan untuk buka dan tutupnya bagi para pedagang pasar wadai ramadhan ini mengacu pada Perda Ramadhan, yakni aktifitifas jual beli di mulai dari jam 3 hingga jam 6 sore. Dan ini menurut Rusdi ini sudah disampaikan kepada para pedagang. Tak hanya itu Rusdi juga mengatakan untuk stand-stand ini semuanya gratis tidak di pungut biaya, hanya saja ada retribusi kebersihan, itu pun ditunjuk langsung atau dikoordinir oleh para pedagang itu sendiri. (AF/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.