5 Maret 2021

Awal Ramadhan, 115 Ribu Ton Bawang Putih Banjiri Pasar Di Indonesia

2 min read

Staf khusus bidang kebijakan perdagangan kementrian perdagangan RI saat melakukan peninjauan harga bahan pokok di pasar Sentra Antasari Banjarmasin pada Selasa (30/04).

BANJARMASIN – Setiap jelang Ramadhan, pemerintah provinsi dan Tim Satgas Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, rutin melakukan peninjauan ke pasar-pasar tradisional disekitar kota Banjarmasin. Khususnya pasar tradisional yang menjadi pusat penjualan berbagai kebutuhan bahan pokok, salah satunya pasar Sentra Antasari Banjarmasin. Menjelang Ramadhan tahun ini, kegiatan peninjauan untuk mengetahui kondisi harga bahan pokok itu, kembali dilakukan di kawasan pasar Sentra Antasari, pada Selasa (30/4). Turut dalam rombongan tim peninjau tahun ini, adalah Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili asisten bidang administrasi umum pemprov Kalsel Heriansyah, staf khusus bidang kebijakan perdagangan kementrian perdagangan RI Radix Siswo, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, serta sejumlah kepala SKPD terkait di lingkup pemprov Kalsel dan kota Banjarmasin.

Peninjauan dimulai dari los daging sapi dan ayam, kemudian los telur dan beras, terakhir ke los ikan dan sayuran. Dari pantauan itu, diketahui bahwa harga bawang merah mulai mengalami penurunan sekitar 5 ribu rupiah per kilogram, sedangkan bawang putih masih stabil di harga tinggi antara 35.000 – 45.000 rupiah per kilogram.

Usai peninjauan, staf khusus bidang kebijakan perdagangan kementrian perdagangan RI Radix Siswo memastikan, bahwa dalam waktu dekat harga bawang putih akan kembali normal ke kisaran 25.000 – 30.000 rupiah per kilogram, seiring dengan masuknya pasokan impor.
“Minggu depan, Insya Allah sudah ada beberapa importir yang diperkenankan mengimpor bawang putih. Setidaknya sebanyak 115 ribu ton bawang putih, akan datang pada awal Ramadhan besok untuk memenuhi kebutuhan seluruh Indonesia. Dengan begitu pasokan yang selama ini minim, dapat teratasi,” urainya kepada wartawan.

Meski begitu Ia mengakui, bahwa penurunan harga tidak langsung terjadi pasca kedatangan pasokan bawang putih impor tersebut. Mengingat, para pedagang masih memiliki stok lama, dengan modal saat harga tinggi.
“Karena itu kami menghimbau para pedagang segera menghabiskan atau menjual bawang putih stok lama, agar harga dapat kembali normal. Tentu saja dalam proses penjualan produk lama, kami juga berharap pedagang tidak memberlakukan harga setinggi saat ini,” harapnya.

Sementara untuk bawang merah, menurut Radix, masa panen sudah mulai terjadi di daerah penghasil di pulau Jawa. Kondisi ini juga didukung cuaca yang membaik di perairan, sehingga proses pengiriman atau distribusi ke Kalimantan Selatan tidak terganggu. Dampaknya, pasokan mulai berdatangan ke pasar-pasar, dan harga akhirnya dapat ditekan hingga sekitar 5 ribu rupiah per kilogram. Yakni dari semula 30.000 – 35.000 rupiah per kilogram, menjadi kisaran 25.000 – 30.000 rupiah per kilogram. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.