NewsProvinsi Kalsel

Demi Lestarikan Budaya Banjar, Kesbangpol Kalsel Gelar Sosialisasi

BANJARMASIN – “Kebudayaan merupakan ciri khas suatu bangsa, dan identitas suatu negara, yang menjadi pembeda dengan negara-negara lainnya. Indonesia dianugerahi kebudayaan dan adat istiadat yang bervariasi, sebagai kekayaan budaya nasional. Budaya dan kesenian daerah, banyak mengandung nilai filosofi positif. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban kita semua, untuk meresapi nilai-nilai tersebut, tujuannya tidak lain untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan nasional, khususnya di kalangan generasi muda,” demikian sedikit isi sambutan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang dibacakan asisten bidang administrasi umum pemprov Kalsel Heriansyah, saat membuka Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dan Apresiasi Masyarakat Terhadap Perkembangan Kesenian dan Kebudayaan Daerah, yang digelar pada Senin (29/4) di salah satu hotel di Banjarmasin.

Heriansyah melanjutkan, generasi muda saat ini, tengah digempur dari berbagai aspek kehidupan. Termasuk dari sisi budaya asing, yang masuk tidak terbendung lagi, terutama melalui teknologi.
“Jika budaya-budaya asing yang masuk itu tidak dibentengi dengan budaya dan kearifan lokal, maka dapat saja generasi kita akan kehilangan identitas ke Indonesiaannya. Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi semacam ini, perlu digelar untuk mencari solusi, agar jangan sampai kemajuan zaman ini menghapuskan atau menghilangkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia,” tambahnya lagi.

Hal senada disampaikan kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel Adi Santoso, saat dimintai konfirmasi oleh wartawan usai acara pembukaan. Menurut Adi, pihaknya sengaja mengundang praktisi budaya, para pelaku kesenian serta Kesbangpol kabupaten kota se Kalsel, untuk membahas lebih lanjut upaya untuk melestarikan kebudayaan, terutama budaya Banjar.
“Seperti yang disampaikan gubernur tadi, bahwa kebudayaan merupakan ciri khas dan identitas diri bangsa. Sehingga sangat berbahaya, jika generasi muda tidak mengenali budayanya sendiri, dan justru lebih menghargai budaya asing yang masuk melalui berbagai aspek kehidupan. Karena itulah diharapkan kegiatan ini, dapat mencari solusi terbaik mencegah kemungkinan buruk tersebut,” jelas lelaki yang pernah menjabat sebagai kepala dinas sosial pemprov Kalsel itu.

Acara Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dan Apresiasi Masyarakat Terhadap Perkembangan Kesenian dan Kebudayaan Daerah ini, menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten dibidangnya. Diantaranya perwakilan kementrian dalam negeri Elly Yuniarti, dan praktisi budaya Banjar sekaligus staf ahli gubernur Kalsel Taufik Arbain. (RIW/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat