12 April 2021

Waspada Karhutla, Pemilik Lahan Diminta Untuk Tidak Membakar Lahannya Sembarangan

2 min read

Kepala BPBD Kabupaten Banjar Muhammad Irwan Kumar saat di temui di ruang kerjanya.

BANJAR – BPBD Kabupaten Banjar mengimbau kepada pemilik Lahan Perkebunan dan Lahan Pertanian yang berada di Kabupaten ini, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar semaunya. Hal ini di ungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Banjar Muhammad Irwan Kumar kepada Abdi Persada FM, saat di temui di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.

Disampaikan Irwan, perusahaan perkebunan tersebut untuk membuka lahan perkebunan sebenarnya sudah ada aturan dan prosuder yang sudah di tetapkan sehingga apabila dijalankan sesuai dengan peraturanya maka perusahaan perkebunan tersebut tidak di kenakan sangsi.

“Kami meminta kepada perusahaan perkebunan, harus menyediakan sekat-sekat pembatas yang disesui dengan kondisinya dan harus menyediakan embung air di area perkebunannya, sehingga apabila terjadi, kebekaran lahan tidak meluas karena terhalang sekat dan akan cepat tertangani, apalagi saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau, patut diwaspadai,” kata Irwan.

Tidak hanya itu Irwan juga meminta kepada perusahaan perkebunan agar rutin membersihakan lahannya diantara pohon yang satu dan pohon lainnya. Begitu pula bekas lahan pertanian yang sudah di panen dirinya meminta jangan membakar sembarangan yang dapat menimbulkan bencana Karhutla.

“Memang bekas lahan pertanian yang dibakar akan membuat tanah subur, namun kalau pembakaran ini meluas akan sangat membahayakan bagi masyarakat sekitar, bisa saja akan mengenai rumah penduduk, dan juga akan membahayakan kesehatan, jadi saya berharap bagi pemilik lahan pertanian bekas lahan yang dipanen bisa diperlakukan dengan baik, dan ini biasanya sudah disampaikan pihak penyuluh pertanian bagaimana cara mengolahnya menjadi pupuk,” harap Irwan.

  • Irwan juga menegaskan bagi yang kedapatan membakar dengan sengaja, maka akan kenakan sangsi pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku, dengan acaman kurungan penjara tiga bulan atau dikenakan denda sebesar tiga milyar rupiah. Untuk itu di harapkan peran semua pihak ikut menjaga lingkungannya, mengingat saat ini di prediksi memasuki musim kemarau yang sangat panas. (AF/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.