8 Maret 2021

Tunggu 2,5 Tahun, RSUD MAS Siap Ajukan Akreditasi Internasional

2 min read

Direktur RSUD Dr H Moch Ansari Saleh saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Sabtu (27/04).

.BANJARMASIN – Tahun 2019 ini, untuk kedua kalinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr H Moch Ansari Saleh (MAS) meraih akreditasi bintang 5 Paripurna dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Itu berarti selama 6 tahun berturut-turut, rumah sakit milik pemerintah provinsi Kalimantan Selatan tersebut, dinilai berhasil memberikan pelayanan terstandar sesuai Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). Mulai dari saat pasien masuk rumah sakit, mendapatkan pelayanan hingga keluar dari rumah sakit, seluruhnya dilakukan secara maksimal dan memuaskan versi KARS. Bahkan berdasarkan penilaian KARS, nilai RSUD MAS adalah 85 poin untuk 320 standar penilaian yang ditetapkan, sehingga pantas mendapatkan akreditasi bintang 5 paripurna.

Menurut Ketua Eksekutif KARS Sutoto, jika RSUD MAS mampu mempertahankan akreditasi paripurna hingga 3 kali berturut-turut, maka ada kesempatan untuk mengajukan akreditasi internasional.
“Nilai rata-rata MAS pada akreditasi KARS adalah 85 poin. Sedangkan untuk mendapatkan akreditasi internasional, minimal harus mendapatkan poin 90 dari lembaga akreditasi internasional yang diakui,” jelasnya kepada wartawan, usai menyerahkan sertifikat akreditasi bintang 5 paripurna untuk RSUD MAS kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pada Sabtu (27/4).

Menurut Sutoto lagi, memang banyak hal yang harus disiapkan MAS untuk mengajukan akreditasi internasional tersebut. Mulai dari peningkatan fasilitas serta sumber daya manusia yang dimiliki.
“Pengajuan akreditasi dapat dilakukan kepada lembaga internasional dari Amerika, Canada atau Australia. KARS juga dapat melakukan akreditasi internasional, karena lembaga ini juga sudah terakreditasi atau diakui di dunia,” tambahnya.

Terkait hal ini, Direktur RSUD MAS Izaak Zulkarnaen Akbar mengaku, tidak mudah untuk mendapatkan akreditasi atau pengakuan secara internasional, untuk pelayanan rumah sakit milik pemprov Kalsel tersebut. Dan bukan hanya persoalan meningkatkan nilai atau poin dari 85 menjadi 90.
“Banyak hal yang masih harus dibenahi. Diantaranya penambahan fasilitas alat kesehatan, manajemen atau pengelolaan rumah sakit yang serba keterbukaan dengan digitalisasi, serta peningkatan kualitas SDM di rumah sakit melalui kursus-kursus spesifik sesuai kebutuhan keterampilan,” urainya saat diminta konfirmasi soal tantangan untuk mengajukan akreditasi internasional oleh KARS.

Meski begitu Izaak optimis, dengan adanya dukungan gubernur Kalsel terkait akreditasi internasional ini, maka dalam waktu 2,5 tahun, pihaknya dapat mempersiapkan diri menuju akreditasi internasional tersebut. “Namun pertama, kita harus terus semangat untuk mempertahankan akreditasi paripurna ketiga kalinya. Dan itu saya pikir dapat dilakukan, dengan 1adanya dukungan penuh dari pemerintah dan DPRD Kalsel, untuk mewujudkan Kalsel Sehat,” tutupnya. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.