KotabaruNews

Korban Tanah Longsor Kotabaru Masih Tunggu Bantuan Pemerintah

Dampak Musibah Ini :Warga Trauma, Akses Jalan Terputus, Hingga Kerugian Yang Capai 1 M

KOTABARU – Hingga hari keempat pasca bencana tanah longsor yang menimpa Kabupaten Kotabaru, bantuan terus berdatangan. Bencana alam yang terjadi tepatnya Desa Teluk Sungai RT .6 Dusun 3 Kampung Sawalla, Kecamatan pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, atau yang lebih dikenal dengan pulau Matasirih, pada Rabu (24/4) yang lalu, hingga hari keempat pasca kejadian terus mengetuk hati beberapa pihak. Salah satunya adalah Sekenceng Kalimantan Selatan.

Sekenceng merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial ini memberikan bantuan berupa logistik dan bantuan uang tunai kepada korban bencana alam tanah longsor ini.

Dengan menggunakan Speedboat, rombongan Sekenceng ini menuju lokasi kejadian dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam dari pelabuhan Batulicin, Tanah Bumbu.

Kepada Abdi Persada FM, Perwakilan Sekenceng Kabupaten Tanah Bumbu, Hadrani menyampaikan, bantuan pihaknya ini diharapkan dapat meringankan warga yang menjadi korban musibah bencana tanah longsor ini.
“Bantuan memang tidak seberapa, namun dengan ini diharapkan dapat bermanfaat dan juga dapat menjadi pemicu bagi pihak lainnya, terlebih dari pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan juga Kabupaten Kotabaru sendiri, untuk turut serta membantu para korban ini,” ucapnya

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Pulau Sembilan, Andi Syailuddin mengatakan, hingga hari keempat pasca kejadian, bantuan berupa logistik, pakaian layak pakai dan lainnya terus berdatangan dari berbagai pihak, seperti para pengusaha, Nelayan tetangga dan pihak lainnya.

Andi menyampaikan, keperluan yang paling mendasar saat ini adalah logistik dan juga bahan bakar minyak (BBM).
“BBM sangat perlu untuk keperluan mobilitas dan mesin pemadam kebakaran untuk membantu pencarian ini, di samping logistik dan air minum,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan Reporter Abdi Persada FM, yang langsung ke lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 3,5 jam dari pelabuhan Batulicin dengan menggunakan Speedboat, pulau Matasirih ini memang rentan terhadap bencana alam tanah longsor. Selain pegunungan yang sangat curam, tekstur tanah juga sangat rapuh. Sehingga pihak masyarakat juga menginginkan adanya tim ahli yang datang ke lokasi untuk dapat menjelaskan apakah tanah ini masih layak huni atau tidak.

“Jujur kami warga sini trauma untuk tinggal disini, kami sangat perlu kepastian, apakah kondisi tanah disini masih layak untuk dihuni atau tidak, apalagi sebelumnya juga pernah terjadi 2 kali tanah longsor, namun bukan di pemukiman warga,” terang salah satu warga desa Teluk Sungai RT.6 dusun 3 Kampung sawalla, Kecamatan pulau 9 Kabupaten Kotabaru.

Selain itu warga juga berharap pemerintah baik Provinsi Kalimantan Selatan, maupun Pemerintah Kabupaten Kotabaru untuk bisa mendatangkan alat berat, selain untuk membantu pencarian 2 korban yang masih belum di temukan, juga akan membantu untuk membersihkan sisa puing-puing bangunan yang menjadi korban bencana tanah longsor ini.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dibeberkan oleh Kapolsek Pulau sembilan, melalui Kanit Intelkam Polsek pulau sembilan, Aipda Muhammad menjelaskan, kerugian yang mengakibatkan 9 buah rumah dan beberapa akses jalan yang terputus ini sekitar Rp1 Miliar.
“Kerugian ditaksir sekitar satu Miliar, dan saat ini sekitar 1.000 warga mengungsi di 3 titik sekitar pulau Matasirih ini,” terangnya.

Lebih lanjut Aipda Muhammad juga menjelaskan, bencana longsor ini bukan hanya menimpa rumah warga, tetapi juga mengakibatkan beberapa akses jalan terputus di beberapa titik. Sehingga semakin membuat masyarakat kesulitan dalam beraktivitas.
“Ada beberapa titik jalur darat yang terputus akibat longsor ini, yaitu di RT.2 sepanjang 70 meter, RT.4 sepanjang 50 meter dan 35 meter, serta di RT.5 sepanjang 25 meter, 40 meter dan 15 meter,” jelasnya. (ASC/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat