KotabaruNews

Jeritan Hati Korban Tanah Longsor Kotabaru

Rusman : Tolong Jangan Hentikan Pencarian

KOTABARU – Musibah bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Teluk Sungai RT.6 dusun 3 Kampung Sawalla, Kecamatan pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, atau yang lebih dikenal dengan pulau Matasirih, pada Rabu (24/4) yang lalu, terus disibukkan dengan pencarian korban.

Pasalnya, 2 (dua) korban yang diketahui bernama Barakatul Hikmah (23), serta anaknya Riana Sabandiah yang masih berusia 6 bulan masih belum ditemukan hingga Sabtu (27/4) siang.

Kepada Abdi Persada FM, Suami serta ayah dari 2 korban yang masih tertimbun, Rusman berharap, 2 korban yang merupakan anak dan istrinya, yang sudah empat hari tertimbun ini segera di temukan.
“Sangat berharap semoga dapat di temukan. Tolong, jangan hentikan dulu pencarian hingga ditemukan. Kami juga berharap, semakin banyak bantuan yang datang, biar pencarian ini semakin cepat,” ujarnya.

Rusman, suami dari 2 korban yang belum di temukan.

Lebih lanjut, Rusman menjelaskan kronologi kejadian ketika jam 08.00 tersebut dirinya sedang membersihkan teras rumah yang kotor akibat hujan sejak 2 hari berturut-turut sebelum kejadian tanah longsor ini terjadi.
Dirinya mengatakan, kejadian tersebut berlangsung singkat hanya sekitar 1-2 menit saja sudah menimbun rumah warga, sehingga dirinya tidak sempat untuk menyelamatkan anak beserta istrinya yang saat itu sedang melakukan aktivitas sebagai ibu rumah tangga.
Rusman pun mengaku dirinya hampir ikut tertimbun, namun beruntung ada warga lain yang sempat menarik hingga ia dapat diselamatkan.

Untuk diketahui sebanyak 9 buah rumah mengalami kerusakan dari sedang hingga berat akibat kejadian ini, adapun rumah warga yang mengalami kerusakan atas nama : Junaidi 2 buah rumah (kondisi rusak berat), Hamzah (kondisi tertimbun 100 persen), Jalaluddin (kondisi rusak berat), Herman 2 buah rumah (kondisi tertimbun 100 persen), Fitria (kondisi tertimbun 100 persen), H. Nuhung (kondisi rusak sedang), serta atas nama Rusman yang merupakan suami dari 2 korban yang masih belum ditemukan (kondisi tertimbun 100 persen) serta satu buah perahu nelayan (kondisi rusak berat).

Kepada Abdi Persada FM, Kapolsek Pulau sembilan melalui Kanit Intelkam Polsek pulau sembilan, Aipda Muhammad, menyampaikan, hingga hari ini, Sabtu (27/4), warga dibantu tim pemadam kebakaran, Basarnas, dan TNI-Polri terus melakukan upaya pencarian 2 korban yang hilang.
Ia mengatakan kendala yang dihadapi adalah kurangnya alat yang tersedia, cuaca yang tidak menentu, serta tidak adanya penerangan di malam hari.
“Kami cuma punya waktu antara pagi hingga sore saja, karena ketika malam tidak ada penerangan dan terpaksa pencarian dihentikan, terlebih alat yang dimiliki sangat terbatas,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Pulau Sembilan, Andi Syailuddin, menyampaikan, saat ini masyarakat terus bergotong royong untuk terus melakukan pencarian 2 korban jiwa yang masih tertimbun dengan alat seadanya dengan bantuan dari tim gabungan yang terdiri dari pemadam kebakaran, Basarnas, TNI-Polri dan juga masyarakat.
“Fokus utama saat ini pencarian 2 korban jiwa yang masih tertimbun,” ucapnya.

Hingga hari ke empat pasca kejadian, baik warga maupun korban terus mengharapkan bantuan dari berbagai pihak, terlebih dari pemerintah. Baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten Kotabaru sendiri. (ASC/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat