NewsProvinsi Kalsel

Tingginya Harga Bawang, Diprediksi Picu Inflasi Pada Ramadhan Tahun Ini

BANJARBARU – Dalam dua bulan terakhir, harga bawang merah dan putih perlahan-lahan mengalami kenaikan diseluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan. Di provinsi ini, harga bawang merah dan putih bahkan mencapai hingga 30.000 – 45.000 rupiah per kilogram. Sementara di pulau Jawa, harga bawang dalam kisaran 50.000 rupiah per kilogram. Padahal salah satu wilayah di pulau Jawa, merupakan penghasil bawang terbesar di Indonesia.

Dinas Perdagangan provinsi Kalsel pun memprediksi, harga bawang yang tinggi ini akan bertahan hingga Ramadhan nanti. Sebab persoalan utama kenaikan ini adalah pada pasokan yang minim, karena adanya pergantian antara musim panen dan tanam, dan bencana banjir, serta masih belum dilaksanakannya impor khusus untuk bawang putih. Bawang merah yang ada di pasaran Kalsel saat ini, seluruhnya berasal dari Sulawesi Selatan, sementara pemasok dari Jawa dan Nusa Tenggara Barat belum dapat mengirimkan bawangnya ke Kalsel.

Ketika dikonfirmasi, apakah persoalan ini dapat memicu inflasi di Kalimantan Selatan pada Ramadhan 1440 Hijriah atau tahun 2019 ini, kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Kalsel Herawanto memprediksi, kondisi ini dapat memicu terjadinya inflasi di Banjarmasin dan Tanjung. Karena dua kota tersebut yang mewakili penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalsel setiap bulannya.
“Perkiraan inflasi akan terjadi, karena dua komoditas ini termasuk dalam bahan kebutuhan pokok masyarakat. Hanya saja kami berharap, inflasi yang terjadi tidak mencapai angka 1, karena itu tergolong tinggi. Mengingat masih akan ada bahan kebutuhan pokok lain, yang kondisi harganya justru dapat menahan laju inflasi terbaru. Sebut saja harga gula pasir, minyak goreng serta daging dan telur ayam yang tergolong stabil,” jelasnya kepada wartawan usai pembukaan rakor TPID se Kalsel semester 1 di ruang Aberani Sulaiman Banjarbaru Kamis (25/4).

Pihaknya menurut Herawanto, sudah memiliki prediksi, komoditas apa saja yang dapat memicu inflasi di Kalsel sepanjang tahun 2019 ini. Dimana bawang merah dan putih tidak termasuk didalamnya.
“Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, umumnya inflasi di Kalsel dipicu kenaikan harga daging dan telur ayam ras, angkutan udara serta bahan bakar minyak. Meski begitu kami berharap, kenaikan harga bawang merah dan putih ini tidak berlangsung lama, karena pasokan yang segera dapat terpenuhi,” tambahnya.

Naiknya harga bawang merah dan putih ini, juga menjadi pembahasan pada rakor TPID se Kalsel. Pada rakor yang dibuka langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor itu, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani meminta agar pemerintah pusat segera membuka keran impor untuk produk bawang putih. Mengingat Indonesia bukanlah negara penghasil komoditas ini, dan tanaman yang ada hanya mampu memenuhi 5 persen kebutuhan masyarakat di negara ini. Namun karena unsur politis, kebijakan impor tersebut masuk belum dilaksanakan oleh pemerintahan presiden Jokowi. (RIW/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat