4 Maret 2021

Ini daftar Kabupaten/Kota di Kalsel Yang Masuk Dalam Daerah Terbanyak Terjadinya Karhutla

2 min read

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah provinsi Kalimantan Selatan Wahyudin saat memberikan keterangan kepada wartawan.

BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan merupakan kejadian yang hampir pasti terjadi di Indonesia, tidak terkecuali provinsi Kalimantan Selatan, terutama di saat memasuki musim kemarau.

Kebakaran hutan dan lahan ini berdampak pada terbatasnya jarak pandang hingga menurunnya kualitas udara yang berakibat pada penyakit ISPA, merupakan sesuatu yang pasti akan terjadi saat kebakaran hutan dan lahan, maupun kebakaran pemukiman marak terjadi saat musim kemarau menyapa.

Di tahun 2018, tercatat ada 2.572 bencana yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan, dan mayoritasnya adalah bencana kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah provinsi Kalimantan Selatan Wahyudin mengatakan, di Kalimantan Selatan selama 2018 terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan ini sebanyak 672 kasus.

Sehingga pihaknya akan berupaya lebih maksimal lagi bekerja demi menekan angka tersebut, terlebih menurutnya tahun 2019 ini akan memasuki musim kemarau yang lebih panas dari biasanya.
“Prediksi BMKG, 2019 akan memasuki musim yang dinamakan el-nino yang moderat, atau panas yang lebih dari biasanya,” jelasnya.

Wahyudin juga menjelaskan, tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, kawasan bandara Syamsudin Noor akan masih menjadi prioritas utama di samping empat kabupaten lain yang mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan terbanyak pada tahun 2018.
“Prioritas ada di Guntung damar Banjarbaru, disitu kan dekat dengan Bandara, karena sangat berpengaruh dengan perekonomian apabila kawasan bandara mengalami kabut asap” tandasnya.

Dijelaskan Wahyudin, selama 2018, ada 5 kabupaten/kota yang paling banyak mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan ini yaitu, kota Banjarbaru khususnya Guntung Damar yang merupakan kawasan dekat bandara, Kabupaten Banjar khususnya di Kecamatan Martapura Barat, karena banyaknya pembukaan lahan oleh petani, Kabupaten Tanah Laut di sekitar Bati-Bati dan sekitarnya, kawasan ini menurut Wahyudin, masih belum diketahui apakah sengaja dibakar atau karena gesekan alam.
Selanjutnya adalah Kabupaten Barito Kuala, karena daerah ini merupakan kawasan pertanian dan juga banyak memiliki lahan gambut, dan terakhir adalah kabupaten Tapin. (ASC/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.