7 Maret 2021

Kelelahan, 15 Petugas Pemilu Di Kalsel Harus Rawat Inap

2 min read

Petugas KPPS saat sedang menjalankan tugasnya pada pemilu 2019.

BANJARMASIN – Tidak terasa, 6 hari sudah berlalu Pemilu 2019 pada 17 April lalu. Saat ini proses Pemilu, sudah memasuki tahapan penghitungan atau rekapitulasi hasil pemilu di tingkat kecamatan. Para petugas penyelenggara pemilu, masih harus berjibaku dengan data yang harus dihitung dan dimasukkan dengan teliti, agar tidak terjadi kesalahan. Sebab hasil rekapitulasi inilah, yang menjadi penentu siapakah yang berhasil duduk sebagai anggota dewan kabupaten/kota, provinsi hingga pusat, serta presiden dan wakil presiden Indonesia dalam lima tahun kedepan. Proses inilah, yang berpotensi menyebabkan para petugas mengalami kelelahan dan jatuh sakit, karena harus bekerja hingga larut malam. Di wilayah Kalimantan Selatan saja, tercatat ada 15 petugas pemilu harus menjalani perawatan medis.

Komisioner KPU Kalsel Koordinator Bidang Sosialisasi Pendidikan Pemilih, SDM dan Partipasi Masyarakat Edy Ariansyah mengatakan, faktor utama sakitnya para pahlawan pemilu ini, adalah karena kelelahan akibat beban kerja. Untungnya, tidak ada satupun petugas pemilu di Kalsel, yang harus meregang nyawa karena pekerjaan berat ini.
“Alhamdulillah di Kalsel belum ada kabar duka, namun ada yang dirawat karena faktor kelelahan beban kerja. Sudah jadi tradisi, kita akan santuni dengan patungan masing-masing di kantor KPU. Namun bila ada yang meninggal dunia, akan dilaporkan ke KPU RI,” ucapnya saat dikonfirmasi Abdi Persada FM pada Selasa (23/4).

Edy mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kerja maksimal para petugas pemilu, mulai dari unsur PPS dan PPK di lapangan. Ia juga mengaku prihatin, atas musibah sakit yang dialami jajarannya. Sebab, mereka yang jatuh sakit, sebelummya bekerja hingga melebihi 20 jam, demi suksesnya pesta demokrasi serentak.

Sementara itu, KPU RI mencatat terdapat 86 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mengalami kelelahan saat bertugas dalam penyelenggaraan Pemilu 2019. Dari 86 orang itu, 54 orang meninggal dunia dan 32 orang jatuh sakit. Sedangkan di Kalsel, ada 15 petugas pemilu yang harus menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas kabupaten/kota.
Mereka diantaranya adalah:
1.Yunar Siswanto selaku PPK Kecamatan Banjarmasin Utara, sempat rawat inap RSUD Moh Ansari Saleh Banjarmasin

2. Pasrah Ridhoni selaku PPK Sungai Pinang Kabupaten Banjar.

3. Syamsul Supian sebagai KPPS TPS 01 Kelurahan Tambak Baru Ilir sedang menjalani perawatan RS Aveciena Medika Martapura Kabupaten Banjar.

4. Nafsiah anggota PPS Mekar Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar, dirawat di RS Idaman Banjarbaru.

5. Ahmad Yani selaku KPPS TPS 06 Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang Ulang, rawat inap di Puskesmas Sungai Pinang.

6. Anshari Maulana, anggota PPK Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru.

7. I Wayan Sarna anggota PPK Kecamatan Karang Bintang Kabupaten Tanah Bumbu.

8. Raudatul Jannah, anggota PPS Desa Limbar Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

9. Lisda Safitri, anggota PPS Desa Kalibaru Kecamatan Batu Benawa Kabupaten HST.

10. Ahmad Mujahid selaku Ketua KPPS TPS 7 Desa Danau Panggang, Kabupaten HSU, sedang menjalani rawat inap di Rumah Sakit setempat. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.