NewsProvinsi Kalsel

Awal Ramadhan, Harga Bawang Diprediksi Tetap Tinggi

BANJARMASIN – Sekitar dua pekan lagi, seluruh umat Islam di dunia kembali dipertemukan dengan bulan penuh kemuliaan, Ramadhan tahun 2019. Berbagai persiapan pun dilaksanakan, untuk menghadapi bulan puasa tahun ini. Salah satunya adalah agenda para ibu rumah tangga, berbelanja kebutuhan dapur untuk menghadapi Ramadhan. Mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, hingga beragam bumbu masak. Sebut saja bawang merah dan bawang putih. Namun dua pekan jelang Ramadhan ini, harga dua komoditas bawang tersebut, justru terus merangkak naik.

Hingga Selasa (23/4), harga bawang merah dan putih disejumlah pasar tradisional di Kalimantan Selatan, sudah mencapai kisaran 35.000 hingga 40.000 rupiah per kilogramnya. Padahal sebulan lalu, harganya masih dikisaran 20.000 sampai 25.000 rupiah saja.

Ketika dikonfirmasi Abdi Persada FM pada Selasa (23/4), Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan Birhasani membenarkan, soal adanya kenaikan harga dua jenis bawang tersebut. Hal itu didasarkan hasil pemantauan yang dilakukan diseluruh pasar tradisional di Kalimantan Selatan.
“Kenaikan harga bawang merah dan putih, merata terjadi di seluruh Kalsel. Dan ini terjadi secara bertahap, sejak satu bulan lalu. Saya perkirakan, harganya masih akan tinggi hingga awal Ramadhan nanti,” jelasnya.

Lebih jauh Birhasani menjelaskan, kenaikan harga bawang putih saat ini, lebih disebabkan karena belum dilaksanakannya proses impor. Padahal kebutuhan bawang putih di Indonesia, hampir seluruhnya dipenuhi pasokan dari luar negeri, alias impor.
“Bawang putih lokal hanya mampu memenuhi 5 persen kebutuhan masyarakat. Sedangkan sisanya ditopang impor. Dan sampai saat ini Bulog masih belum mendapat perintah. Padahal janjinya, pada awal tahun 2019 ini, pemerintah segera melakukan impor,” paparnya.

Sementara untuk bawang merah, menurut Birhasani, lebih disebabkan kurangnya pasokan dari daerah penghasil. Seperti daerah Jawa, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat.
“Saat ini di pulau Jawa sedang berlangsung masa peralihan dari panen ke tanam. Dan daerah penghasil bawang merah di NTB, baru saja mengalami banjir, dan banyak petani bawang yang mengalami gagal panen. Sehingga saat ini pasokan bawang merah Kalsel, hanya ditopang Sulawesi Selatan saja,” tutupnya. (RIW/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat