13 April 2021

Taman Jendela Jiwa, Metode Baru Penyembuhan Sakit Jiwa

2 min read

Direktur RSJ Sambang Lihum usai memberikan keterangan kepada wartawan pada Senin (22/04).

BANJAR – Senin pagi (22/4), sejumlah lelaki berjas rapi terlihat di sekitar halaman Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum. Sementara para wanitanya, memakai kebaya. Karena memang kebetulan sehari sebelumnya pada Minggu (21/04) adalah peringatan Hari Kartini. Para dokter dan staf di RSJ Sambang Lihum ini sengaja berpakaian rapi, karena hari itu adalah hari spesial, yakni peresmian Taman Penyembuh Mandiri Jendela Jiwa. Taman yang menghabiskan biaya pembangunan sebesar 3,5 miliar rupiah ini, diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang diwakili Asisten bidang Administrasi Umum Pemprov Kalsel Heriansyah. Sejumlah tamu dari kabupaten/kota pun hadir, untuk menyaksikan taman pertama di Indonesia yang dimiliki sebuah RSJ.

Kepada wartawan, Direktur RSJ Sambang Lihum I Bagus Gede Dharma Putra menjelaskan, Taman Penyembuh Mandiri Jendela Jiwa yang didominasi unsur air ini, terinspirasi pelayanan sebuah Health Center di Hawaii Amerika Serikat. Dimana cukup dengan membayar 16 dollar, orang yang berobat ke tempat itu mendapat pelayanan yang paripurna, hingga diberi kebebasan memilih makanan.
“Layanan semacam itu yang saya bawa konsepnya ke taman ini. Namun taman ini, pemanfaatannya digratiskan untuk beberapa bulan pertama bagi masyarakat umum. Sedangkan bagi pasien sudah berjalan, khususnya untuk terapi bagi pasien ketergantungan obat,” jelasnya kepada wartawan usai peresmian taman pada Senin pagi (22/4).

Lebih lanjut Dharma menjelaskan, taman Jendela Jiwa dibangun dengan konsep spiral, berlawanan arah jarum jam. Dimana air mancur dengan kolam ikan, menjadi pusat atau tujuan akhir dari perjalanan penyembuhan di taman seluas 500 meter persegi tersebut.
“Dalam perjalanannya menuju center atau kolam ikan, pasien akan mendengarkan musik, kalimat-kalimat motivasi dan ayat-ayat suci. Sehingga jiwanya menjadi tenang dan berkontemplasi dengan alam, dan kondisi stress yang dibawa saat masuk ke taman, dapat dihilangkan,” jelas lelaki yang pernah menjabat sebagai sekda di kabupaten Hulu Sungai Tengah itu.

Taman Penyembuh Mandiri Jendela Jiwa ini, diklaim sebagai satu-satunya di Indonesia yang dimiliki sebuah rumah sakit jiwa. Karena itu diharapkan, taman ini dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat, untuk penyembuhan jiwa yang sedang stress atau galau. Apalagi, taman ini dipastikan beroperasi dan terbuka untuk umum, mulai pukul 08.00 – 16.00 WITA, dan bebas dari asap rokok. Karena memang taman berada di areal RSJ Sambang Lihum, yang menerapkan aturan sangat ketat soal larangan merokok. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.