BanjarmasinNews

Sekolah Keagamaan di Kalsel Masih Ada Yang Pendanaannya Dibantu Wali Murid

BANJARMASIN – Hanya mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Pemerintah Pusat, Sekolah Keagamaan di Kalimantan Selatan masih kekurangan biaya. Sebagian lembaga pendidikan ini terpaksa dibantu orang tua anak didik melalui sumbangan sukarela.

Satu Sekolah Keagamaan yang terpaksa harus menjalankan sumbangan sukarela diantaranya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banjarmasin. Sekolah yang terletak di jalan Kampung Melayu ini hanya mengandalkan keuangan Bosnas yang dinilai belum mencukupi untuk operasional proses belajar mengajar.

Kepala MAN 1 Banjarmasin, Naini Pristiana mengatakan sejauh ini pihak sekolah masih menerima bantuan uang sukarela dari siswa dalam rangka menunjang proses pembelajaran diantaranya bagi honor guru non PNS sebanyak 20 orang.

“Sesuai juklak dan juknis, gaji mereka tak bisa dibayarkan menggunakan dana DIPA sehingga uang sukarela siswa terpaksa untuk menutupinya,” jelasnya.

Terkait wacana pembentukan regulasi Perda yang berpeluang sekolah keagamaan mendapatkan dana Bosda, Naini merespon positif. Menurutnya hal itu merupakan kabar baik karena sangat membantu untuk peningkatkan kualitas sekolah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel Noor Fahmi menyambut baik wacana tersebut. Ia mengungkapkan, sekolah keagamaan sangat membutuhkan tambahan dana operasional. Terlebih bagi swasta. Ia menjamin tak akan ada tumpang tindih kewenangan dengan realisasi bosda nantinya.

Dari data Kanwil Kemenag Kalsel, jumlah sekolah keagamaan Madrasah Aliyah di Banua mencapai 155 sekolah baik negeri maupun swasta. Sementara pondok pesantren sebanyak 200 lebih dengan jumlah anak didik puluhan ribu orang. Khusus untuk MAN Banjarmasin, anak didik berjumlah sebanyak 816 siswa. (NRH/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat