NewsProvinsi Kalsel

Peringati Hari Kartini, Ini Pesan Untuk Wanita Di Kalsel

BANJARMASIN – Hujan mengguyur kota Banjarmasin dan sekitarnya dengan derasnya, pada jam 09.00 WITA Sabtu (20/4). Namun kondisi ini tidak menyurutkan semangat para ibu yang sudah berdandan cantik, berkebaya ala Kartini untuk memeriahkan lomba yang sengaja digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) provinsi Kalimantan Selatan, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Begitupun para tamu dan undangan yang sengaja hadir, pada peringatan Hari Kartini tahun 2019 tingkat provinsi Kalsel tersebut.

Salah satunya adalah sekretaris daerah provinsi Kalsel Abdul Haris Makkie, yang hadir mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Dengan antusias, sekda mengikuti rangkaian acara hingga selesai, termasuk mendatangi stand-stand produk UKM yang digelar di teras gedung tersebut.

Di sela-sela kegiatannya mendatangi stand UKM, kepada wartawan Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie mengatakan, sangat mengapresiasi yang sudah dilakukan pihak panitia, dengan menggelar peringatan Hari Kartini tahun ini dengan beragam lomba. Mulai dari lomba memasak, lomba Bakisah Bahasa Banjar, hingga lomba Busana Kartini.
“Even ini harus kita maknai sebagai sebuah upaya untuk menghargai dan meneruskan cita-cita Kartini, untuk memajukan kaum perempuan. Dimana perjuangannya untuk kesetaraan gender atau emansipasi wanita patut dihormati,” jelasnya.

Namun menurut Haris, kesetaraan gender yang dimaksud tidaklah sama sebangun dengan kaum lelaki. Dengan kata lain, emansipasi wanita ini tetap harus proporsional, dan tidak memaksa.
“Saat ini kaum perempuan sudah bekerja hampir di seluruh sektor pekerjaan, termasuk menjadi anggota dewan. Namun begitu, secara kodrati, tentu tetap ada perbedaan antara lelaki dan perempuan yang tidak dapat disamakan. Masih ada pekerjaan yang hanya dapat dilakukan kaum lelaki, tetapi tidak perempuan. Disitulah artinya proporsional,” tambah Haris.

Sementara itu, menurut kepala Dinas P3A Kalsel Husnul Khatimah, dibanding provinsi lainnya di Indonesia, tingkat kesetaraan gender di provinsi ini memang masih tertinggal. Contohnya terlihat dari masih kecilnya jumlah kepala SKPD perempuan di lingkup pemerintahan, termasuk untuk keterwakilan perempuan di legislatif yang belum memenuhi prosentase 30 persen.
“Peran wanita di Kalsel ini setiap tahunnya terus meningkat. Jumlah wanita bekerja di jalur non formal dan formal, juga dapat dikatakan hampir setara dengan lelaki. Namun itu semua masih belum cukup. Karena itu kami perlu terus memberi semangat kepada kaum perempuan, untuk berani maju mengekspresikan dirinya sesuai dengan yang dicita-citakan ibu Kartini,” jelasnya. (RIW/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat