13 April 2021

Cuaca Buruk, Ganggu Pekerjaan Jembatan Alalak

2 min read

Inilah kondisi lalu lintas di jembatan alternatif kawasan terminal Handil Bakti, selama proyek pembangunan jembatan Alalak dilaksanakan hingga 2 tahun ke depan.

BANJARMASIN – Hingga Selasa (16/4), terhitung sudah 16 hari jembatan Alalak ditutup untuk pembangunan fisik jembatan yang lebih kokoh dan representatif untuk menampung jumlah kendaraan yang melintas menuju kota Banjarmasin maupun kabupaten Batola. Tepatnya dengan bentang 850 meter dan lebar 20 meter, yang tentunya dengan model cable stayed. Dimana digadang-gadang, jembatan Alalak ini akan menjadi ikon baru untuk kota Banjarmasin, Batola dan Kalsel tentunya.

Dengan ditutupnya jembatan Alalak sejak Senin (1/4) maka setidaknya sudah hampir sebulan, proses pengerjaan jembatan dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya (WIKA). Terutama pada bagian tiang pancang, yang menjadi prioritas pembangunan saat ini. Namun kondisi cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini, ternyata cukup menganggu jalannya pekerjaan.

Hal itu seperti diakui Kepala Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Kalsel 1 BBPJN XI Banjarmasin Syahriliansyah, kepada Abdi Persada FM. Syahriliansyah mengatakan, kondisi hujan diserta petir dan angin kencang, sangat berbahaya bagi proses pengerjaan jembatan. Khususnya untuk pemasangan tiang pancang, yang saat ini sudah memulai pemasangan di sisi Banjarmasin.
“Proses pemancangan tiang ini juga menggunakan alat elektronik, yang tentunya akan sangat berbahaya jika dilanjutkan dalam kondisi cuaca hujan disertai petir. Kami lebih mengutamakan keselamatan,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Selasa (16/4).

Meski begitu Ia memastikan, jadwal pekerjaan jembatan akan tetap berjalan sesuai rencana, walau hampir setiap harinya harus tertunda atau terhenti beberapa jam menunggu hujan reda.
“Pekerjaan yang terhenti karena hujan, dilaksanakan di waktu lain dalam kondisi cuaca bersahabat. Dengan kata lain, jika siang hari kondisi cuaca hujan, maka pekerjaan dilaksanakan pada malam harinya. Sehingga dipastikan setiap hari pekerjaan terus berjalan,” tegasnya.

Khusus untuk Pemilu 2019 Rabu (17/4), Syahriliansyah memastikan, pekerjaan diliburkan selama sehari untuk memberikan kesempatan kepada para pekerja menyalurkan hak pilihnya. Barulah pada Kamis (18/4) pekerjaan pembangunan jembatan Alalak dilanjutkan kembali.

Jembatan Alalak penghubung kota Banjarmasin dan Barito Kuala ini, ditargetkan selesai pembangunannya pada 2021 mendatang sekitar bulan Maret. Hingga April 2019 ini, proses pengerjaan fisik jembatan sudah mencapai 25,82 persen. (RIW/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.