3 Maret 2021

Langgar Masa Tenang, Peserta Pemilu Terancam Diskualifikasi

2 min read

Ketua Bawaslu Kalsel (kerudung) saat memberikan keterangan kepada wartawan.

BANJARMASIN – Terhitung sejak Minggu (14/2) hingga Selasa (16/4) seluruh wilayah Indonesia sudah memasuki masa tenang. Dalam artian, seluruh kegiatan kampanye sudah tidak dapat dilakukan lagi oleh peserta pemilu, baik melalui iklan media cetak dan elektronik, ataupun kampanye tatap muka langsung. Termasuk kampanye melalui alat peraga kampanye (APK) yang terpasang di jalan-alan dan kawasan pemukiman. Hal itu ditegaskan ketua Bawaslu Kalimantan Selatan Erna Kasypiah, saat menggelar jumpa pers dikantornya kawasan jalan RE Martadinata Banjarmasin akhir pekan lalu.

Menurut Erna, setiap peserta pemilu sudah mengetahui soal larangan berkampanye pada saat masa tenang. Hal itu sudah disosialisasikan sejak jauh-jauh hari, saat tahapan pemilu dimulai tahun lalu.
“Jadi tidak ada alasan lagi bagi para peserta, untuk tidak menjalankan aturan tersebut. Termasuk soal sanksi yang dapat dikenakan kepada mereka, jika lalai terhadap persoalan ini,” tegas Erna di hadapan para wartawan usai jumpa pers.
Erna mengatakan, khusus APK, seluruh peserta pemilu sudah diingatkan untuk menurunkan dan menertibkan sendiri sebelum pukul 00.00 WITA Minggu (14/4) atau sebelum memasuki masa tenang. Apabila masih ada APK yang terpasang pada masa tenang, maka akan ada proses penurunan oleh tim penertiban, yang terdiri dari Bawaslu, Satpol PP dan peserta pemilu.
“Namun jika sampai tim yang melakukan penertiban, kemungkinan besar akan menjadi temuan bagi Bawaslu sebagai pelanggaran kampanye di luar jadwal. Dan ini dapat menjadi temuan tindak pidana, yang dapat dimeja hijaukan. Bahkan bila ada keputusan inkrah dari pengadilan, maka peserta pemilu bersangkutan dapat dikenakan sanksi diskualifikasi atau dicoret sebagai peserta pemilu,” jelasnya lagi.

Sayangnya, di beberapa titik tertentu, di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, masih saja terpasang APK peserta pemilu yang luput dari penertiban sebelum memasuki masa tenang. Bahkan melalui media sosial, sejumlah pendukung peserta pemilu juga masih melakukan kampanye, dengan alasan lupa bahwa sudah memasuki masa tenang. (RIW/RDM/MGG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.