BanjarmasinNewsProvinsi Kalsel

Kebakaran Pemukiman,Dominasi Bencana Di Kalsel Awal Tahun 2019

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan dalam peta kebencanaan nasional, masuk dalam daerah rawan bencana kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau. Namun tak hanya itu, ternyata Kalsel pun rawan terhadap bencana kebakaran pemukiman, yang kejadiannya tidak memandang kondisi musim. Buktinya pada awal tahun 2019 ini, dimana sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi, kejadian kebakaran pemukiman masih saja terjadi.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel menyebutkan, dari 1 Januari hingga awal April 2019, tercatat sudah terjadi 94 kali kebakaran pemukiman, yang didominasi kota Banjarmasin dengan 21 kali kejadian, kabupaten Banjar 11 kali kejadian, dan Tanah Laut dengan 10 kali kejadian.

Kepada Abdi Persada FM, kepala BPBD Kalsel Wahyuddin menjelaskan, kebakaran pemukiman di wilayah Kalsel terjadi hampir setiap hari. Dimana dalam seharinya, terjadi kebakaran pemukiman 2 hingga 3 titik sekaligus di lokasi yang berbeda.
“Umumnya kebakaran pemukiman di Kalsel ini, disebabkan korsleting listrik. Ini mungkin karena masih kurangnya pemahaman masyarakat soal instalasi listrik yang aman. Selain itu, faktor kelalaian juga menjadi penyebab kebakaran pemukiman. Sedangkan faktor kesengajaan, baru-baru ini saja terjadi di kota Banjarmasin,” jelasnya kepada Abdi Persada saat ditemui disebuah acara di Banjarmasin.

Untungnya menurut Wahyuddin, armada pemadam yang dimiliki provinsi ini, lebih dari cukup. Bahkan jumlahnya mencapai hingga 1.400 untuk lebih, yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Dimana 500 unit diantaranya, berada di ibukota provinsi Kalsel Banjarmasin.
“Sayangnya, personil pemadam kebakaran yang dimiliki provinsi ini masih kurang keahliannya, terutama soal manajemen kebakaran. Contohnya, saat terjadi kebakaran di satu titik, seluruh pemadam kebakaran yang ada berjibaku seluruhnya ke lokasi. Padahal, sudah diatur agar pemadam terdekat saja yang mendatangi lokasi, untuk memudahkan pengaturan di tempat kejadian. Tetapi untungnya, para petugas ini skillnya sudah teruji, melalui sejumlah pelatihan dan lomba-lomba ketangkasan pemadam yang digelar,” tambahnya lagi.

Selain bencana kebakaran pemukiman, masyarakat Kalimantan Selatan juga diminta waspada terhadap sejumlah bencana lainnya, yang berpotensi muncul pada musim pancaroba seperti saat ini. Yakni bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung serta pohon tumbang. Bahkan pada akhir pekan lalu, salah satu wilayah di Tanah Laut sempat diguyur hujan es. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (RIW/RDM/MGG)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat