NewsProvinsi Kalsel

Kalsel, Satu Dari Enam Provinsi di Indonesia Yang Menggelar UNBK 100 Persen

BANJARMASIN – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kalimantan Selatan berjalan dengan lancar dan tanpa ada kendala yang berarti. Meskipun demikian, diharapkan adanya kenaikan yang signifikan baik nilai integritas maupun nilai rata-rata yang diperoleh para siswa terhadap mata pelajaran yang diujikan secara nasional.

Harapan itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammad Yusuf Effendy kepada wartawan. Menurutnya, berdasarkan informasi yang disampaikan staf Disdik yang mengikuti pertemuan dan hasil evaluasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI bahwa provinsi Kalsel merupakan salah satu dari enam provinsi di Indonesia yang melaksanakan UNBK sebesar 100 persen pada tahun 2019 ini.

“Tentu hal ini merupakan informasi yang menggembirakan dan hasil evaluasi UNBK berjalan lancar tanpa ada kendala berarti,” katanya.

Selain itu, Yusuf mengungkapkan, pada tahun ini, hanya beberapa sekolah yang melaksanakan UNBK dengan menumpang sekolah lain. Tetapi secara mayoritas sekolah sudah menggelar Ujian Online secara mandiri. Ia menyontohkan pada tahun-sebelumnya, para siswa SMA Pulau Sembilan menghadapi tantangan berat ketika ingin melaksanakan UNBK.

“Mereka melakukan perjalanan melalui jalur laut dengan mengorbankan waktu sekitar 10 jam untuk melaksanakan UNBK di SMA kabupaten Kotabaru. Kondisi ini tentu sangat melelahkan para siswa yang sudah tentu akan memberikan dampak bagi mereka dalam melaksanakan Ujian Nasional. Alhamdulillah tahun ini, SMA Pulau Sembilan dapat menggelar UNBK secara mandiri di sekolah mereka. Mudah-mudahan hasilnya semakin meningkat tahun ini,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Dikbud Kalsel berupaya untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan mengurangi ujian nasional dari tiga sesi menjadi dua sesi. Yusuf menjelaskan ada beberapa sekolah yang kesulitan menggelar ujian kurang dari tiga sesi dengan alasan minimnya perlengkapan komputer dan laptop. Tetapi ia berjanji khusus untuk sekolah yang menggelar ujian nasional sebanyak tiga sesi akan menjadi bahan evaluasi pihaknya secara bertahap.

“Jika memang ada kondisi yang kurang menguntungkan bagi peserta ujian maka Disdik akan berupaya untuk mendapatkan bantuan sarana penunjang UNBK agar bisa dilaksanakan secara maksimal dua sesi ,a,bahkan satu sesi,” harapnya.

Seperti diketahui, tahun 2019 ini, sebanyak 22 ribu siswa dari 188 buah Sekolah Menengah Atas (SMA) baik negeri maupun swasta di Banua yang mengikuti UNBK. (NRH/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat