NewsProvinsi Kalsel

Gunung Pun Didaki, Demi Sukseskan Pemilu 2019

BANJARMASIN – Tanggung jawab melayani kepada semua lapisan masyarakat, meski mereka berada di pelosok dan bahkan sangat-sangat tertinggal, adalah menjadi salah satu tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU), untuk mensukseskan pemilu 2019. KPU sebagai representasi negara, patut hadir melayani hak konstitusional WNI. Tidak hanya di kota, di manapun di belahan bumi Indonesia ini, KPU sudah berkomitmen untuk melayani sesuai sumpah/janji jabatan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Komitmen itu pulalah yang dipegang Komisioner KPU Kalimantan Selatan Edy Ariansyah, ketika ditugaskan memberikan sosialisasi terkait pemilu 2019 kepada masyarakat adat. Khususnya desa Juhu kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang lokasinya terpencil di kawasan pegunungan. Bahkan untuk menuju desa ini, diperlukan perjalanan hampir satu hari dengan berjalan kaki, dan mendaki.

Kepada Abdi Persada FM, Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM KPU Kalsel Edy Ariansyah menceritakan suka duka perjalanan menuju desa Juhu demi menunaikan tugas negara. Edy menuturkan, perjalanan dari Banjarmasin dimulai pada pukul 23.00 WITA pada Jum’at malam (12/4). Pada pagi Sabtu (13/4), pihaknya langsung berkonsolidasi dengan KPU HST, dan PPK, dan sekitar pukul 09.20 WITA berangkat menuju Desa Hinas Kiri menggunakan kendaraan roda empat kurang lebih satu jam.
“Tiba di Hinas Kiri dan Kiyu, kita sempatkan untuk sosialisasi door to door ke rumah warga setempat, sebelum melanjutkan perjalanan ke desa Juhu. Pukul 13.00 WITA kita mulai jalan kaki, dan tiba di puncak Tiranggang. Puncak Tiranggang ini merupakan puncak persimpangan jalan menuju desa Juhu dan puncak Halau – Halau. Sampai di puncak Tiranggang kurang lebih pukul 16.20 WITA. Kami sempat istirahat kurang lebih satu jam. Tepat pukul 18.05 WITA perjalanan menuju Juhu kami dilanjutkan,” terangnya.

Selama lima jam dari bukit Tiranggang perjalanan berlangsung, tim KPU memutuskan beristirahat di pondok persinggahan, sebelum mendaki puncak Kilai. Puncak Kilai merupakan lintasan jalur menuju desa Juhu.
“Naik turun curam. Melintasi lembah. Ditengah kicauan beragam satwa liar. Perjalanan yang cukup menyenangkan. Di pondok persinggahan, kami istirahat kurang lebih enam jam. Bermalam. Barulah pada pukul 08.15 WITA Minggu 14 April, kami melanjutkan perjalanan, mendaki dan menuruni puncak kilai dan tiba di desa Juhu pada pukul 15.45 WITA,” ceritanya lagi.

Sesampai di desa Juhu, tim KPU langsung berkoordinasi dengan KPPS, PPS, tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat untuk teknis mengundang warga berkumpul di balai adat, sembari mempersiapkan hal-hal terkait teknis acara. Diantaranya mengkoordinasikan peminjaman genset sebagai mesin penerang ruangan.
“Tepat pukul 18.30 WITA, warga berkumpul di Balai Adat. Pendidikan pemilih pun berlangsung kurang lebih tiga jam. Tepat pukul 21.42 WITA acara pendidikan pemilih dan sosialisasi selesai. Kami langsung mohon pamit dan undur diri pulang pada hari itu juga. Pukul 21.53 Wita akhirnya kami beranjak dari Juhu menuju pulang, langsung tanpa bermalam lagi,” ucapnya lagi.

Lebih jauh Edy mengatakan, perjalanan tugas ke Juhu ini adalah kali pertama baginya. Meski begitu Ia bersyukur dapat bertatap muka langsung dengan warga desa Juhu. Desa yang terisolir dari sarana teknologi komunikasi dan informasi serta sarana transportasi. Lebih penting lagi, dapat menunaikan tugas melayani, memberikan pemahaman yang memadai kepada masyarakat perihal kepemiluan. (RIW/RDM/MTB)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat