BanjarmasinNewsProvinsi Kalsel

Bawaslu RI: Tim Akan Berangkat Untuk Temukan Alat Bukti Surat Suara Tercoblos di Malaysia

BANJARMASIN – Enam hari menjelang Pemilu 2019, media sosial di Indonesia dihebohkan dengan viralnya satu video berdurasi 1 menit lebih, yang memperlihatkan tumpukan surat suara di sebuah ruko, yang ternyata sudah tercoblos. Khususnya pada surat suara calon presiden dan wakil presiden, serta surat suara untuk caleg DPR RI pada salah satu kolom parpol peserta pemilu.

Kejadian yang kemudian diketahui terjadi di salah satu negara bagian di Malaysia Selangor itupun menjadi perhatian khusus para penyelenggara pemilu, terutama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Apalagi diketahui pula, bahwa temuan dalam video itu merupakan hasil penggerebekan Panwaslu Luar Negeri berdasarkan laporan masyarakat. Tidak tinggal diam dengan temuan ini, Bawaslu RI pun bersikap dengan menggelar jumpa pers terkait masalah ini pada Kamis malam (11/4) di Jakarta. Bahkan komisioner Bawaslu yang tengah berada di luar kota, diharuskan pulang untuk menghadiri press conference itu. Termasuk komisioner Bawaslu RI Divisi Penyelesaian Sengketa Rahmat Bagja, yang seharusnya mengisi materi pada kegiatan Rapat Teknis Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa, yang digelar Bawaslu Kalimantan Selatan di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin pada Kamis malam (11/4).

Kepada wartawan di Banjarmasin, Rahmat Bagja menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman bukti yang terjadi di Malaysia, dimana diketahui temuan surat suara yang tercoblos dikirim melalui metode pos.

“Itulah risikonya pengiriman logistik melalui metode pos, karena Bawaslu tidak punya akses terhadap proses pengiriman di kantor pos tersebut, sehingga agak sulit untuk mengawasi.  Namun yang pasti, kita akan cek apakah betul surat suara yang tercoblos, merupakan surat suara yang dicetak KPU RI,” jelas dosen Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia tersebut.

Lebih jauh Rahmat mengatakan, tim dari Bawaslu RI akan berangkat pada Jum’at (12/04) ke Malaysia, guna membantu tim Panwas Luar Negeri Malaysia menyelesaikan kasus ini, dan menemukan alat tindak perkara yang ada.

“Kami berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan, agar tidak mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu. Karena dikhawatirkan, hal itu juga dapat berdampak pada angka partisipasi pemilih pada pemilu 2019 di tanah air.Karena itu sekali lagi kami mengimbau kepada seluruh pemilih, untuk datang ke TPS pada 17 April nanti, dan tidak terpengaruh pada insiden di Malaysia. Sedangkan bagi penyelenggara pemilu, untuk mendistribusikan surat suara sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) ke seluruh TPS pada H-1,” tambahnya.

Perlu diketahui, bahwa hari pencoblosan Pemilu 2019 di luar negeri, dimulai lebih cepat dibanding di tanah air. Proses pencoblosan di luar negeri, sudah dilakukan sejak 8 April lalu oleh WNI, yang tinggal di sejumlah kota di luar negeri,  dan pemungutan suara di luar negeri berlangsung hingga 14 April 2019. Sementara penghitungan suara tetap dilakukan pada 17 April 2019. Khusus di Malaysia, rencananya pencoblosan dilaksanakan pada 14 April 2019, namun kemungkinan besar ditunda karena adanya temuan ini. (RIW/RDM/EYN)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat