13 April 2021

Semangati Relasi, KPUD Kalsel Ajak  Nonton “Suara April”

2 min read

Komisioner KPUD (nomor 2 dari kanan jaket abu-abu) berfoto bersama usai pemutaran film Suara April di Banjarmasin pada Rabu (10/04).

BANJARMASIN – Beragam cara dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk meningkatkan angka partisipasi masyarakat pada pemilu 2019 ini. Mulai dari sosialisasi kepada generasi milenial yang notebene adalah pemilih pemula, hingga sosialisasi tatap muka dengan para tokoh adat di daerah terpencil. Semuanya dilakukan agar angka partisipasi pemilu serentak kali ini, dapat mencapai angka 77,5 persen. Tak cukup hanya dengan cara yang lazim dilakukan KPU, media hiburan pun digunakan pula. Salah satunya melalui media film, yang memang khusus dibuat untuk lebih mensosialisasikan pemilu dengan cara santai dan dapat dicerna semua kalangan.

Hal itulah yang dilakukan KPUD Kalimantan Selatan pada Rabu siang (10/4), pihaknya mengajak sejumlah unsur masyarakat menonton film Suara April yang didedikasikan untuk pemilu 2019. Diantaranya dengan mengundang para relawan demokrasi (relasi), mahasiswa, wartawan dan para staf KPU provinsi serta kabupaten/kota.

Kepada wartawan usai menyaksikan film berdurasi 90 menit itu, Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM KPU Kalsel Edy Ariansyah menjelaskan, tujuan dari film Suara April ini adalah sebagai edukasi politik pemilu, khususnya bagi masyarakat yang selama ini apatis terhadap pemilu.

“Dalam film ini juga diperlihatkan kegigihan perangkat kami relawan demokrasi memperjuangkan demokrasi di Indonesia, dimana pun wilayah tugasnya. Pesan berikutnya adalah pemilu kita harus secara berintegritas, tanpa politik uang dan tanpa materi lain. Terakhir adalah pesan soal pemilu damai pemilu sehat  Walaupun beda pilihan, tetap dilakukan secara sehat tanpa memberikan efek pecah belah, serta pentingnya suara rakyat dalam memberikan hak pilih,” jelasnya.

Film yang dibintangi Amanda Manopo dan Bio One ini, dipastikan tidak dikomersilkan atau diputar secara bebas di bioskop Indonesia. KPU akan mendistribusikan semua kepada lapisan masyarakat yang menginginkan, setelah atau usai pemutaran di bioskop.

“Kita akan distribusikan ke KPU kabupaten/kota, PPK/PPS, Relasi, maupun peserta pemilu apabila menghendaki dapat kami distribusikan sebagai instrumen pendidikan pemilih dan sosialisasi pemilu. Sehingga target partisipasi pemilih tidak hanya meningkatkan secara kuantitas, tetapi juga kualitas,” tambahnya lagi.

Masih menurut Edy, pendistribusian film yang juga dibintangi alm Toro Margens dan Dewi Gita ini, akan dilakukan hingga sebelum pelaksanaan pemilu pada 17 April 2019 hingga penghitungan suara. Pendistribusian dilakukan hingga ke 34 wilayah provinsi di Indonesia. Sinema besutan sutradara Emil Heradi dan Wicaksana Wisnu Legowo ini, bahkan akan didistribusikan hingga ke daerah yang tidak memiliki bioskop.

“KPU melalui KPU provinsi maupun kabupaten/kota akan menyelenggarakan nonton bareng layar tancap, dan semua warga negara yang ingin menyaksikan film tersebut dipersilahkan, tanpa dipungut biaya gratis,” tutupnya. (RIW/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.