4 Maret 2021

PDAM Batola Naikan Denda, untuk Tingkatkan Ketertiban Membayar Tagihan Air

2 min read

Ilustrasi Kran Air

BARITO KUALA – Beberapa waktu lalu PDAM Batola membagikan surat edaran yang berisi tentang kenaikan denda bayar dari Rp10.000 menjadi Rp30.000. Hal tersebut mendapat respon berupa keluhan dari beberapa pelanggan yang keberatan dengan kenaikan harga denda bayar tersebut. Sehingga menimbulkan 2 persepsi berbeda antar 2 pihak yaitu antara para pelanggan dan PDAM Batola sendiri.

Kepada Abdi Persada FM salah seorang warga Kabupaten Barito Kuala yang bertempat tinggal di Komplek Griya Bakti Perumahan Griya Permata Kabupaten Barito Kuala Heru Nugroho mengatakan dirinya bersama warga sekitar mengeluhkan tentang kenaikan denda bayar yang naik sebanyak 2 kali lipat tersebut, ini dikarenakan untuk air masuk ke daerahnya sendiri saja belum mengalir maksimal.

“Air nya saja mengalirnya kecil. Apalagi kalau siang, bisa mati atau tidak mengalir sama sekali, meski saluran diluar rumah jalan, namun hanya kecil mengalirnya,” ucap Heru

Heru berharap terkait kebijakan denda naik tidak usah dinaikkan dulu cukup dengan jumlah denda yang dulu.

Menurut Heru akan lebih baik mencabut langsung aliran air PDAM pada pelanggan yang memang tidak membayar dari pada menaikan denda tetapi masyarakat yang lain juga terkena dampak tersebut.

Sementara itu Kepada Abdi Persada FM Senin (8/4) Kabag Administrasi dan Keuangan Kabupaten Barito Kuala Nazhirni menjelaskan terkait kenaikan denda bayar yang pihaknya lakukan tersebut dilakukan karena adanya tunggakan pembayaran kewajiban kepada PDAM Batola oleh pelanggan Batola yang mencapai nilai fantastis serta sudah berjalan selama bertahun-tahun.

“Denda bayar sebesar
Rp10.000 masih belum bisa meningkatkan disiplin masyarakat untuk tertib membayar tagihan air di PDAM Batola, maka dari itu melalui pertimbangan kami menaikan denda bayar sebesar Rp30.000 untuk meningkatkan kedisiplinan pelanggan, denda tersebut juga tidak masuk tarif. Pihak PDAM tidak pernah mengharapkan uang denda tersebut sebagai penerimaan, dan kalau memang pelanggan tertib membayar tagihan mulai dari tanggal 1 sampai 15 pelanggan tersebut terbebas dari denda. Berbeda dengan tarif karena tarif menimpa semua pelanggan sedangkan denda hanya menimpa pelanggan yang tidak tertib membayar tagihan,” jelas Nazhirni

Lebih lanjut Nazhirni menambahkan tunggakan yang dilakukan oleh Pelanggan mencapai Rp900.000.000 atau setara dengn 50 persen dari dana yang sebenarnya harus pihaknya kumpulkan, dan dengan tunggakan yang besar tersebut sebenarnya berdampak pada pihaknya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Tunggakan sebesar 50 persen mestinya kami mendapat Rp1.800.000.000 jadi kami hanya mendapat Rp900.000.000, sedangkan untuk listrik perlu dana sebesar Rp500.000.000 dan beli bahan kimia sebesar Rp250.000.000 bagaimana dengan gajih pegawai dan lain-lain,” rinci Nazhirni

Nazhirni juga mengatakan terkait laporan air yang tidak mengalir pihaknya sudah melakukan pengecekan dan menurut pihaknya air sudah mengalir dan hampir memenuhi syarat.

“Kalau ada yang tidak mengalir mari kita perbaiki sama-sama,” ucap Nazhirni

Nazhirni juga menghimbau kepada para pelanggan untuk tertib membayar agar pihaknya bisa lancar membayar bahan kimia, listrik, perbaikan, gaji, dan hal lainnya.
(TR01/RDM/EYN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.