Barito KualaNews

Pemda Batola Masih Kekurangan Guru PNS

BARITO KUALA – Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala Sumarji Mengatakan, pihaknya menangani 3 kategori guru secara global yang ada di Kabupaten ini, antara lain guru Paud, guru SD, dan SMP.

Untuk guru Paud sendiri berjumlah 1592 tenaga guru yang PNS berjumlah 161, yang honor dari dana Kabupaten berjumlah 89 orang, dan sisanya ada honor yang didanai oleh masing-masing yayasan, yang  berjumlah 1300 lebih.

Sementara, untuk guru SD di kabupaten ini,  PNS  sebanyak 1495, namun kebutuhan guru SD secara keseluruhan sebenarnya berjumlah 2372 tenaga guru, yang berarti ada kekurangan tenaga guru sebanyak 924, hanya saja kekurangan tersebut dapat ditutupi dengan tenaga guru honorer yang di biayai oleh dana kabupaten sebanyak 684.

Namun jumlah ini masih kurang 240 tenaga guru lagi. Nah untuk menutupi kekurangan guru 240 tenaga ini ditutup dengan guru honor yang dibiayai dengan dana bos di masing-masing sekolah yang kekurangan.

Lain lagi untuk tenaga Guru SMP yang PNS sebanyak 544 yang dibutuhkan sebanyak 790 orang, jadi ada kekurangan sebanyak 280 tenaga guru, kekurangan tersebut ditutupi dengan tenaga honorer sebanyak 150 orang, akan tetapi ada beberapa tenaga guru yang lebih di SMP sendiri yaitu guru mata pelajaran, seperti guru mata pelajaran IPS yang kelebihan sebanyak 24 orang guru tapi dengan ditutupi guru honor sebanyak 5 orang masih kelebihan 19 orang, selain itu mata pelajaran IPA juga kelebihan sebanyak 5 orang awalnya kekurangan 14 orang lalu ditutupi oleh tenaga honor sebanyak 9 orang, tenaga guru bisa lebih karena ada direkrut guru dari dana Bos yang bukan dari honorer Kabupaten.

“Kekurangan yang lain sebenarnya ditutupi dengan honor yang biayai oleh bos jadi sebenarnya cukup,” ucap Sumarji

Sumarji juga mengatakan ada kebijakan dari menteri untuk sekarang tidak diperbolehkan untuk mengangkat tenaga honorer lagi, maka dari itu untuk menutupi kekurangan guru yang ada pihaknya berupaya  memutasi guru yang berlebih untuk dijadikan tenaga pengajar di sekolah yang kekurangan guru.

“Untuk menutupi kekurangan saat ini, ada kebijakan baru setelah kita konsultasi kan dengan Bupati dan Wakil Bupati, kita akan mencoba memutasi guru-guru di PAUD atau guru-guru di SMP yang lebih untuk menutupi kekurangan guru di SD, jadi tidak ada pengangkatan baru untuk sementara, saat ini kita fungsikan dan optimalkan guru-guru di PAUD dan SMP untuk kedepannya,” pungkas Sumarji. (TR01/RDM/RRF)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close
WhatsApp chat