13 April 2021

BKKBN Akui Masih Kekurangan Tenaga Penyuluh KB

1 min read

Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal ketika diwawancarai sejumlah wartawan di Banjarmasin, Kamis (28/3/2019).

BANJARMASIN – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  mengakui masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal dalam sambutannya pada acara Pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Tahun 2019 dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kemitraan di salah satu hotel di Banjarmasin, Kamis (28/3).

Ia mengungkapkan untuk menjaga kesinambungan, konsistensi dan sinkronisasi program KKBPK dari tingkat pusat hingga lini lapangan, BKKBN yang dibantu Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Pemerintah Kabupaten/Kota,  maka sejak tanggal 1 Januari 2018 lalu telah dialihkan sebanyak 15 ribu 137 tenaga penyuluh KB dari ASN daerah menjadi ASN pusat. Walaupun begitu, menurutnya rasio Penyuluh KB dibandingkan dengan jumlah desa masih jauh dari harapan yaitu satu penyuluh KB untuk 6 sampai 7 desa per kelurahan. Sehingga masih diperlukan sekitar 40 ribu tenaga penyuluh KB.

“Jika jumlah tersebut bisa dipenuhi, ke depan satu penyuluh KB akan membina 2 hingga 3 desa per kelurahan,” harapnya.

Selain itu, peningkatan kinerja petugas lapangan  merupakan kerja bersama Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota. Untuk itu,  BKKBN membutuhkan masukan mengenai perbaikannya sistem pengelolaan dan pendayagunaan penyuluh KB ini secara optimal.

Nofrijal menambahkan sejak dicanangkan oleh Presiden RI pada tanggal 14 Januari 2016, kini telah terbentuk di seluruh Indonesia sebanyak 14.098 buah Kampung KB atau dengan nama-nama yang lain yang berdekatan dengan pembangunan kesejahteraan keluarga.

“Kegiatan di Kampung KB ini dititikberatkan kepada pemberian pelayanan dasar dan pemberdayaan keluarga bersama sektor terkait melalui sumber pendanaan yang beranekaragam,” katanya. (NRH/RDM/RRF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.