13 April 2021

Gubernur Kalsel Lepas Kepergian Sang Mertua

2 min read

Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor (baju crem, kopiah putih) saat turut mengangkat jenazah Hj. Fathonah untuk diturunkan ke liang lahat, Minggu (24/3/2019).

BANJAR – Cuaca yang cerah bahkan terik, seketika berubah saat jenazah almarhumah Hj. Fathonah binti H. Ismail yang merupakan Ibunda tercinta dari Hj. Raudatul Jannah Sahbirin Noor (Istri dari Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor) tiba di alkah keluarga yang terletak di desa Tungkaran Martapura, Minggu (24/3) siang.

Diketahui almarhumah meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin pada Sabtu (23/3) malam pukul 23.15 Wita, dengan usia 91 tahun, setelah menjalani perawatan sekitar 20 hari.
Kemudian jenazah dibawa kerumah duka yang beralamat di jalan Kertak Baru Kampung Keramat, Desa Pekauman RT 01 Martapura Timur, Kabupaten Banjar.

Prosesi pemandian pun dilakukan di rumah duka sekitar jam 09.00, sebelum kemudian di bawa ke mesjid agung Al karomah Martapura sekitar jam 11.00 untuk dishalat kan.

Iring-iringan pelayatpun tampak mengikuti mobil yang membawa jenazah untuk di antar ke tempat peristirahatan terakhir beliau di desa tungkaran Martapura.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang sedari awal terus memimpin semua prosesi ini tak kuasa menahan haru hingga harus menggunakan kacamata hitam untuk menutupi kesedihannya.

Begitu jenazah dimasukkan kedalam liang lahat, cuaca yang sejak pagi cerah bahkan begitu terik hingga jenazah sampai di depan pemakaman, tiba-tiba langit menumpahkan air hujan seakan tanda turut berbelasungkawa.

Usai pemakaman Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang merupakan menantu dari almarhumah Hj Fathonah binti H.Ismail ini menyampaikan rasa terimakasih yang tiada terhingga kepada ratusan hadirin yang ikut dalam prosesi pemakaman ini. Tidak lupa pula dirinya menyampaikan memohon ampun dan maaf atas nama almarhumah jika selama hidup beliau mempunyai kesalahan.
“Ulun atas nama keluarga besar Hj. Fathonah binti H. Ismail mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada seluruh hadirin yang turut serta dalam pemakaman ini, terimakasih juga bagi yang sudah membantu bahkan sejak masa perawatan sekitar 20 hari di rumah sakit, atas nama almarhumah Ulun memohon ampun dan maaf apabila semasa hidup beliau mempunyai kesalahan,” ucapnya.

Prosesi pemakaman yang di pimpin oleh Tuan Guru Hadi asal Pekauman ini diawali dengan kumandang adzan yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Yasin dan talqin, dan ditutup dengan tahlil bersama.

Turut hadir dalam prosesi ini Kapolda Kalimantan Selatan beserta jajaran, sekretaris daerah provinsi Kalimantan Selatan beserta kepala SKPD lingkup pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, keluarga besar Almarhumah, serta warga sekitar. (ASC/RDM/MTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

yd Project. | Newsphere by AF themes.